Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologis.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi peluang terjadinya fenomena El Nino yang masih bertahan hingga awal 2027.
"BMKG memprediksi fenomena El Nino bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen. Dampaknya dapat dirasakan di Indonesia saat memasuki musim kemarau hingga pertengahan Oktober," ujar Ardhasena seperti dikutip dari BMKG. (disway/c1/abd)
Advertisements