Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat merasa kurang nyaman ketika harus beraktivitas pada malam hari.
"Jalan yang terang memberikan rasa aman bagi masyarakat. Apalagi kawasan ini masih banyak kendaraan dan warga yang melintas pada malam hari. Kami berharap segera ada perbaikan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu," katanya.
Selain meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas, warga juga mengkhawatirkan dampak lain yang tidak kalah serius, yakni meningkatnya kerawanan tindak kriminal. Jalan yang gelap dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan karena minim pengawasan dan berkurangnya visibilitas pengguna jalan.
Karena itu, Ia berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki titik-titik yang telah dilaporkan, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan PJU di seluruh Kota Bandar Lampung. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada lagi ruas jalan utama yang kehilangan penerangan pada malam hari.
“Kami meminta adanya sistem pemantauan dan respons yang lebih cepat terhadap kerusakan PJU. Sebab, sebagai fasilitas publik yang dibiayai melalui anggaran pemerintah, lampu penerangan jalan seharusnya selalu berada dalam kondisi siap beroperasi demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya. (mel/yud)
