Presiden mengatakan ketahanan pangan merupakan syarat utama bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan lahan produktif, pengelolaan sumber daya air, kebijakan yang berpihak kepada petani, serta memastikan pupuk tersedia dengan harga yang terjangkau.
"Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani, dan dengan harga yang terjangkau. Itulah yang terus kita kerjakan," katanya.
Presiden juga menilai berbagai program Kabinet Merah Putih mulai menunjukkan hasil yang konkret. "Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," kata Presiden.
Menurut Presiden, pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global akibat konflik geopolitik dan perubahan iklim.
"Dunia sedang perang. Banyak negara risau dan panik menghadapi masalah pangan. Kita sudah lebih dahulu memperkuat ketahanan pangan kita," ujarnya.
Presiden menegaskan seluruh kebijakan pemerintah dijalankan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia menambahkan, kekuatan ekonomi nasional harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk menjamin setiap warga memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan terjangkau. (beritasatu/c1/yud)
