LAMPUNG TENGAH - SMAN 1 Terusannunyai, Lampung Tengah, me-launching dan bedah buku Langit setelah Luka dalam momen HUT Ke-34, Senin (4/5). Buku Langit setelah Luka merupakan karya 16 penulis yang terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, dan staf TU SMAN 1 Terusannunyai.
Kisah perjalanan hingga pengalaman yang menyajikan ragam inspirasi, motivasi, dan energi mewarnai isi dari setiap bab buku yang untuk pertama kalinya berhasil dicetak hingga mampu menembus pasar di Gramedia juga pembelanjaan melalui media online Shopee.
Kepala SMAN 1 Terusannunyai Dra. Ratnawati, M.Pd. menguraikan sekelumit kisahnya yang penuh haru dalam tulisan yang diberikan judul Srikandi di Padang Gersang.
"Saya menulis buku ini, mengajak semua guru dan tenaga pendidik untuk menuangkan kisahnya menginspirasi, mendorong motivasi, serta energi untuk menggugah rasa para pembaca. Langkah ini juga ditujukan untuk menggerakkan semangat literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," kata Ratnawati.
Peluncuran buku Langit setelah Luka ini, kata Ratnawati, merupakan mimpi yang sudah lama ingin diwujudkan oleh sekolah.' ''Hal ini juga merujuk pada gagasan Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung dalam giat peningkatan semangat literasi sekolah," ungkapnya.
Sementara Dessy Delvia, salah guru matematika SMAN 1 Terusannunyai yang juga penulis buku Langit setelah Luka, mengatakan bahwa ini kali pertama dirinya ikut serta dalam peluncuran buku.
"Acaranya cukup ramai. Bagi saya cukup menarik. Kali pertama saya hadir di acara seperti ini. Saya berharap nanti bisa menulis lebih baik lagi dengan karya buku tunggal dari kisah saya," ujar Dessy.
Dessy berharap ke depannya acara seperti ini bisa terus berlanjut. ''Melalui kegiatan ini, diharapkan minat baca dan tulis seluruh warga SMAN 1 Terusannunyai semakin meningkat. Merupakan suatu pengalaman berkesan, cerita-cerita guru SMAN 1 Terusannunyai dapat diangkat menjadi sebuah buku yang menginspirasi,'' ungkapnya.
Launching dan bedah buku Langit setelah Luka yang dipusatkan di GSG SMAN 1 Terusannunyai ini dihadiri oleh seluruh murid SMA kelas 11 dan 12, camat Terusannunyai, tokoh penggiat pendidikan, serta perwakilan dari media. (rls)
