PTPN IV Regional VII Jadikan Prestasi Kebun Rejosari Sebagai Model Peningkatan Kinerja Perkebunan

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Selasa, 09 Jun 2026 - 20:42 WIB
Manajemen Kebun Rejosari memberikan apresiasi kepada sejumlah pemanen dengan capaian terbaik.
Manajemen Kebun Rejosari memberikan apresiasi kepada sejumlah pemanen dengan capaian terbaik. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

LAMPUNG SELATAN – Keberhasilan Kebun Rejosari meraih predikat Best Improvement 2025 tidak hanya menjadi catatan prestasi bagi unit usaha tersebut, tetapi juga menjadi contoh penerapan budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan kinerja secara berkelanjutan di lingkungan PTPN IV Regional VII.
Pencapaian tersebut mendapat perhatian manajemen regional yang menilai keberhasilan sebuah kebun tidak semata ditentukan oleh produksi, tetapi juga kemampuan seluruh elemen organisasi dalam melakukan perbaikan secara konsisten dari waktu ke waktu.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para pekerja lapangan, manajemen Kebun Rejosari memberikan apresiasi kepada sejumlah pemanen dengan capaian terbaik. Mereka dinilai berhasil menunjukkan produktivitas, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Kegiatan penghargaan tersebut dihadiri Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, Operation Head Budi Susilo, Manajer Kebun Rejosari Ferry Rosadiansyah, beserta jajaran manajemen dan karyawan.
Dalam kesempatan itu, Denny Ramadhan menegaskan bahwa penghargaan yang diterima Kebun Rejosari merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur perusahaan, mulai dari pimpinan unit hingga para pekerja yang berada di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan yang dicapai tidak hadir dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari kedisiplinan, kerja sama tim, serta komitmen untuk terus memperbaiki berbagai aspek operasional.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika seluruh elemen bergerak dalam visi yang sama, hasil yang dicapai akan memberikan dampak nyata terhadap kemajuan perusahaan," ujarnya.
Ia menilai budaya perbaikan berkelanjutan harus terus dipertahankan agar setiap unit kerja mampu beradaptasi dengan tantangan industri yang semakin kompetitif. Karena itu, penghargaan yang telah diraih tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan pemicu untuk mencapai standar yang lebih tinggi.
Denny juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemanen yang menerima penghargaan. Menurutnya, peran pekerja lapangan sangat menentukan keberhasilan operasional perkebunan karena mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga produktivitas perusahaan.
"Pekerja lapangan memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian perusahaan. Dedikasi dan kerja keras mereka perlu mendapatkan penghargaan agar dapat menjadi inspirasi bagi karyawan lainnya," katanya.
Sementara itu, Operation Head PTPN IV Regional VII Budi Susilo menyebut keberhasilan Kebun Rejosari menjadi bukti bahwa transformasi dan pembenahan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan perubahan positif.
Ia menjelaskan bahwa penghargaan Best Improvement diberikan kepada unit yang mampu menunjukkan peningkatan kinerja secara menyeluruh, baik dari aspek operasional, produktivitas, efisiensi, maupun penerapan budaya perusahaan.
"Perubahan yang dilakukan secara disiplin dan berkesinambungan akan memberikan hasil yang nyata. Kebun Rejosari berhasil membuktikan hal tersebut melalui berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun," ujarnya.
Menurut Budi, tantangan industri perkebunan ke depan akan semakin kompleks sehingga perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, produktif, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.
Melalui penghargaan kepada pemanen terbaik dan pencapaian Best Improvement 2025, PTPN IV Regional VII berharap semangat berprestasi dapat tumbuh di seluruh unit kerja. Dengan demikian, setiap insan perkebunan terdorong untuk terus meningkatkan kualitas kerja, memperkuat budaya profesionalisme, dan berkontribusi terhadap pencapaian target perusahaan secara berkelanjutan. (*)

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements