BANDAR LAMPUNG – Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Assahil, Muhammad Latif Mukti, Lc., M.A., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifah Fauzi, M.Si., yang berlangsung di Rumah Makan Kayu, Kota Bandar Lampung, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Abdurochaman, M.Ed., (Pengasuh Rumah Ngaji Bina Cendekia Luhur Lampung), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), H. Ahmad Tsauban, S.Ag. selaku Kasi PAPKI, serta sejumlah tokoh pendidikan, akademisi, dan perwakilan organisasi masyarakat di Provinsi Lampung.
Muhammad Latif Mukti menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
"Silaturahmi seperti ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperkuat komunikasi dan membangun kolaborasi. Kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata, khususnya bagi peningkatan kualitas pendidikan serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpemangku kepentingan di Provinsi Lampung. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan penguatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dalam menghadirkan program-program yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah dan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
