JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7).
Sebelumnya, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sempat melaporkan kekuatan gempa mencapai M 7,1 sebelum merevisinya menjadi M 6,8.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan gempa tersebut menyebabkan korban luka, pemadaman listrik, kebakaran, kerusakan jalan dan jembatan, hingga runtuhnya sejumlah bangunan.
Dilansir dari Anadolu Agency, pemerintah Jepang juga telah mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya diberlakukan untuk wilayah Laut Ariake dan Laut Yatsushiro setelah gempa mengguncang wilayah barat daya Negeri Sakura tersebut.
USGS mencatat gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer sekitar pukul 16.27 waktu setempat, dengan pusat gempa berada sekitar lima kilometer di timur Kota Uto, Prefektur Kumamoto.
Sementara itu, jaringan pemantauan seismik GEOFON Jerman juga sempat mengukur kekuatan gempa sebesar M 6,4 sebelum kemudian merevisinya menjadi M 6,8.
