Gempa M 6,8 Guncang Jepang, Tsunami Dicabut, Puluhan Orang Terluka

Gempa, 60 Ribu Orang Diminta Mengungsi
Agung Budiarto - Rabu, 29 Jul 2026 - 19:28 WIB
Petugas melakukan penanganan pascagempa di Prefektur Kumamoto, Jepang. Gempa M 6,8 menyebabkan puluhan orang terluka, kerusakan infrastruktur, dan sempat memicu peringatan tsunami yang kini telah dicabut.
Petugas melakukan penanganan pascagempa di Prefektur Kumamoto, Jepang. Gempa M 6,8 menyebabkan puluhan orang terluka, kerusakan infrastruktur, dan sempat memicu peringatan tsunami yang kini telah dicabut. - Foto IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

Dinas pemadam kebakaran saat ini sedang berupaya untuk mengkonfirmasi situasi tersebut.

Selain itu, ada laporan mengenai korban luka, dan beberapa orang sedang dilarikan ke rumah sakit.

Menurut petugas kepolisian dan pemadam kebakaran, sekitar pukul 6 sore pada tanggal 28, beberapa laporan diterima mengenai "ledakan dan asap putih yang mengepul" dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima.

Diketahui pula bahwa ada sekitar 200 orang telah berlindung di tempat parkir pada pusat perbelanjaan tersebut.

Advertisements

"Saat saya sedang membersihkan bagian dalam restoran, saya mendengar suara 'boom' yang keras. Setelah itu, awan debu besar membubung dari arah 'Aeon Mall Kumamoto',” ujar Seorang karyawan restoran di dekat "Aeon Mall Kumamoto"

Sementara itu, saksi mata lain yang berprofesi sebagai sopir taksi juga mengungkapkan akibat gempa, tembok itu tiba-tiba roboh.

"Terdengar suara 'dentuman' keras seperti gempa bumi, dan sebuah dinding dari Aeon Mall Kumamoto roboh. Dinding itu menimpa sebuah mobil yang sedang melaju di jalan terdekat,” ujarnya.

Menanggapi bencana gempa di Khasima ini, Sekretaris Kabinet Utama Kihara mengatakan pihaknya saat ini sedang memastikan seberapa besar kerusakannya. (disway/c1/abd)

Advertisements

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements