Direktur Litbang PPTQ Assahil Ikuti Program Sekolah Bisnis Pesantren, Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Kolaborasi

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Kamis, 30 Jul 2026 - 13:27 WIB
Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) yang digelar di Pondok Pesantren Istiqomah Al Amin Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) yang digelar di Pondok Pesantren Istiqomah Al Amin Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (29/7/2026). - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

LAMPUNG SELATAN – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Program Sekolah Bisnis Pesantren (SBP) yang digelar di Pondok Pesantren Istiqomah Al Amin Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) bersama Danone AQUA, Water.org, dan HEBITREN Lampung tersebut diikuti pimpinan pondok pesantren dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, perwakilan RMI Provinsi Lampung, serta para pelaku ekonomi pesantren.
Di antara peserta yang hadir adalah Direktur Litbang dan Kerja Sama PPTQ Assahil, Dr. H. Abdurrochman, M.Ed. Selain mengemban tugas di PPTQ Assahil, ia juga memimpin Rumah Ngaji Bina Cendekia Luhur serta Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Cendekia Luhur (BCL).
Program Sekolah Bisnis Pesantren diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat jejaring antarpesantren sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha yang berbasis pada potensi masing-masing lembaga. Melalui program ini, pesantren didorong tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua HEBITREN Lampung, H. Hasanuddin Errezha, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.
Menurutnya, kerja sama antarlembaga akan membuka lebih banyak peluang bagi pesantren untuk mengembangkan berbagai unit usaha sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren, Ahmad Tazakka Bonanza, memaparkan strategi penguatan ekonomi pesantren melalui pengelolaan potensi secara profesional. Ia menilai setiap pesantren memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan apabila didukung peningkatan kapasitas kewirausahaan, pemanfaatan aset secara optimal, serta penguatan jaringan kemitraan.
Dalam paparannya, Ahmad juga menekankan bahwa akses terhadap informasi menjadi salah satu modal utama dalam mengembangkan usaha. Selain itu, kemampuan membangun jejaring, mengoptimalkan potensi lokal, serta mencetak santri dan kader yang memiliki jiwa wirausaha menjadi faktor penting dalam menciptakan pesantren yang mandiri.
Program Sekolah Bisnis Pesantren dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, edukasi ekonomi pesantren, pendampingan dan intervensi program, hingga penguatan sinergi antarpesantren. Skema tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Dalam kegiatan itu juga ditegaskan bahwa pengembangan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, ekonomi, dan sosial. Ketiganya dinilai harus berjalan secara seimbang agar pesantren mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, sekaligus memiliki kemandirian ekonomi dan kepedulian sosial.
Keikutsertaan PPTQ Assahil dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperluas kolaborasi, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya pesantren yang adaptif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan umat. (*)

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements