NHK juga melaporkan terjadinya long-period ground motion atau getaran berperiode panjang yang dapat membuat gedung bertingkat bergoyang dalam waktu lama, terutama dirasakan penghuni di lantai atas.
Meski peringatan tsunami telah dicabut, pemerintah sebelumnya sempat mengimbau warga di kawasan pesisir untuk segera mengungsi sebagai langkah antisipasi.
Di sektor energi, Kyushu Electric Power memastikan tidak ditemukan kondisi abnormal di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Sendai di Prefektur Kagoshima maupun PLTN Genkai di Prefektur Saga.
Dampak gempa juga mengganggu transportasi. Layanan kereta cepat Shinkansen dan sejumlah jalur kereta lokal di Pulau Kyushu dihentikan sementara, sementara Bandara Kumamoto menutup landas pacunya untuk pemeriksaan keselamatan.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan Pasukan Bela Diri Jepang telah mengerahkan pengintaian udara dan memprioritaskan operasi penyelamatan terhadap warga terdampak.
Rekaman NHK memperlihatkan sejumlah ruas Jalan Tol Kyushu mengalami kerusakan, bahkan sebagian dilaporkan ambruk akibat guncangan kuat.
Menurut Kyodo, lebih dari 60 ribu warga di Prefektur Fukuoka, Nagasaki, dan Kumamoto diperintahkan mengungsi.
Sebuah kereta barang juga dilaporkan keluar dari rel dan terguling di Kumamoto. Masinis yang menjadi satu-satunya orang di dalam kereta dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.
Pemerintah Kota Yatsushiro melaporkan sejumlah rumah roboh, kebakaran, serta pipa air pecah akibat gempa. Sementara itu, NHK juga melaporkan terdengar ledakan keras di Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima yang disertai kepulan asap dari bangunan tersebut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah selatan Jepang pada Selasa 28 Juli 2026.
Akibat gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan rusak yang salah satunya menimbulkan ledakan dan asap putih yang mengepul dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto.
Dilansir dari laman NHK News, menurut markas tanggap bencana Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana setempat, mereka telah menerima informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran Kamimashiki, yang memiliki yurisdiksi atas gedung tersebut, bahwa lantai dua telah runtuh dan banyak orang terjebak di dalamnya.
