Tingkatkan Pemahaman Pengendalian Internal, PTPN IV Regional VII Gelar Sosialisasi Proses Bisnis dan ICOFR

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Kamis, 18 Jun 2026 - 18:30 WIB
Sosialisasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Kantor Regional VII.
Sosialisasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Kantor Regional VII. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

LAMPUNG – Upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel terus dilakukan PTPN IV Regional VII. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada karyawan mengenai proses bisnis perusahaan dan sistem pengendalian internal melalui kegiatan sosialisasi Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) yang berlangsung pada 17 hingga 18 Juni 2026 di Kantor Regional VII.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda perusahaan dalam memastikan setiap aktivitas operasional berjalan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung terciptanya pelaporan keuangan yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Subholding yang mendorong penerapan proses bisnis dan pengendalian internal secara terintegrasi di seluruh unit kerja. Setelah tahapan penyusunan dokumen proses bisnis dan SOP selesai dilakukan bersama tim konsultan, perusahaan memandang perlu adanya penyamaan pemahaman sebelum implementasi dijalankan secara menyeluruh.
Peserta yang berasal dari berbagai bagian dan unit kerja mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui platform virtual. Selain menerima pemaparan materi, para peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai tantangan implementasi pengendalian internal di masing-masing bidang kerja.
Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, mengatakan bahwa penerapan ICOFR tidak semata-mata berkaitan dengan aspek administrasi keuangan, melainkan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang tertib, disiplin, dan berorientasi pada mitigasi risiko.
Menurutnya, keberadaan standar proses bisnis yang jelas akan membantu perusahaan menjaga konsistensi pelaksanaan pekerjaan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan di setiap lini operasional.
“Seluruh proses kerja harus memiliki acuan yang sama. Dengan demikian, setiap unit dapat menjalankan tugasnya secara terukur, risiko dapat dikelola lebih baik, dan kualitas tata kelola perusahaan semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengendalian internal bukan hanya menjadi tugas fungsi tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh karyawan. Kesadaran kolektif terhadap pentingnya kepatuhan prosedur menjadi faktor utama keberhasilan implementasi sistem tersebut.
“Semua pihak memiliki peran dalam menjaga kualitas pengendalian. Ketika prosedur dijalankan secara konsisten, maka potensi kesalahan dapat ditekan dan informasi keuangan yang dihasilkan akan semakin akurat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengingatkan bahwa perusahaan telah menyediakan akses digital terhadap berbagai dokumen resmi yang menjadi pedoman pelaksanaan pekerjaan. Melalui platform Integrated Management System (IMS), karyawan dapat memperoleh SOP maupun Instruksi Kerja yang berlaku kapan saja sesuai kebutuhan.
Keberadaan sistem tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan yang bertujuan meningkatkan kemudahan akses informasi sekaligus memastikan seluruh dokumen kerja tersimpan dan terdokumentasi dengan baik.
“Perusahaan sudah menyediakan sarana yang memudahkan seluruh insan PTPN IV untuk mengakses pedoman kerja. Karena itu, pemanfaatan IMS perlu dioptimalkan agar setiap karyawan memahami prosedur yang menjadi dasar pelaksanaan tugas sehari-hari,” jelasnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta memperoleh gambaran menyeluruh mengenai alur proses bisnis yang telah dipetakan dalam kerangka ICOFR. Mereka juga mempelajari fungsi kontrol yang harus dijalankan oleh masing-masing unit guna menjaga efektivitas sistem pengendalian perusahaan.
Selain membahas aspek operasional, sosialisasi turut menyoroti hubungan erat antara pengendalian internal dan kualitas laporan keuangan. Sistem kontrol yang berjalan baik diyakini mampu meningkatkan akurasi data, memperkuat transparansi, serta mendukung penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem manajemen perusahaan yang modern, profesional, dan berbasis kepatuhan. Implementasi ICOFR diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas pengawasan internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan pemegang saham, mitra usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan.
Dengan dukungan seluruh unit kerja serta pemanfaatan teknologi digital yang semakin optimal, PTPN IV Regional VII optimistis mampu mempercepat transformasi organisasi menuju perusahaan perkebunan yang kompetitif, berkelanjutan, dan berstandar global. (*)

 

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements