Dua PLTBg Jadi Senjata PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

gambar-user/nz7Q72NpcwwYBAywk3yFKLgNe3YikANiO7u46H2h.jpg
Taufik Wijaya - Rabu, 15 Apr 2026 - 14:47 WIB
PTPN IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus menekan biaya energi.
PTPN IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus menekan biaya energi. - Foto Ist.

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

JAKARTA — Ketidakstabilan harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari sumber energi alternatif yang lebih efisien. Di sektor perkebunan, strategi ini mulai menunjukkan hasil nyata.

PTPN IV PalmCo, subholding dari PTPN III (Persero), mengandalkan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus menekan biaya energi.

Perusahaan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa pengembangan energi terbarukan tersebut bukan langkah reaktif, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang telah dijalankan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir.

Advertisements

Menurutnya, fluktuasi harga energi global justru mempertegas pentingnya diversifikasi sumber energi. Pemanfaatan PLTBg dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar sekaligus menjaga efisiensi biaya operasional.

Saat ini, PalmCo mengoperasikan dua fasilitas PLTBg, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun. Keduanya mengolah limbah cair sawit menggunakan teknologi covered lagoon untuk menghasilkan biogas yang kemudian dikonversi menjadi listrik.

Energi yang dihasilkan dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun, sehingga penggunaan bahan bakar fosil dapat ditekan secara signifikan.

Berdasarkan catatan perusahaan, selama periode 2023 hingga 2025, pemanfaatan energi biogas tersebut berhasil mengurangi konsumsi solar lebih dari 2,6 juta liter. Efisiensi ini turut berdampak pada penghematan biaya energi yang mencapai sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Advertisements

Direktur Strategy & Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menilai langkah ini mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri sawit.

Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan POME sebagai sumber energi merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular, di mana limbah yang sebelumnya menjadi tantangan lingkungan diolah menjadi sumber daya bernilai.

Sepanjang tahun lalu, kedua fasilitas PLTBg tersebut tercatat mampu mengolah lebih dari 293 ribu meter kubik limbah cair. Dari proses tersebut dihasilkan gas metana dalam jumlah besar yang dimanfaatkan sebagai energi sekaligus menekan potensi emisi gas rumah kaca.

Inisiatif ini dinilai sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Selain meningkatkan efisiensi operasional, pemanfaatan limbah sebagai sumber listrik juga memperkuat ketahanan energi di sektor industri.

Share:
Editor: Taufik Wijaya
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements