“Rekaman warga mempercepat proses identifikasi. Itu bukti nyata sinergi Polri-masyarakat,” ujar AKBP Heti dalam keteranganya, Senin (15/6/2026).
Berkat informasi dan kerja cepat Satreskrim, dua pelaku akhirnya menyerahkan diri selang dua hari. Mereka memilih menyerahkan diri setelah merasa terdesak oleh bukti video yang beredar luas.
Kapolres menegaskan, keamanan bukan hanya tugas polisi. “Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mendukung tugas Polri. Kepedulian Bapak Aditya dan Ibu Yunia adalah contoh nyata bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Pesan itu menjadi inti acara. Kapolres berharap penghargaan ini memicu efek domino. Warga tak perlu takut membantu korban kejahatan, selama dilakukan dengan cara aman dan tetap berkoordinasi dengan polisi.
Bagi Aditya dan Yunia, penghargaan itu bentuk apresiasi yang tak terduga. “Kami hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan manusia ke manusia lain. Senang kalau bisa bantu polisi dan korban,” ucap Yunia singkat.
Polres Lampung Timur mengimbau masyarakat: jika melihat tindak kejahatan, segera bantu sebisa mungkin, amankan barang bukti seperti rekaman video, lalu laporkan ke kantor polisi terdekat. Sinergi kecil seperti itu, terbukti mampu membuat pelaku begal menyerah.