Dalam tausiyahnya, Zulkarnain juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengutip kandungan Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa perbedaan suku, bangsa, dan latar belakang merupakan ketetapan Allah SWT agar manusia saling mengenal dan menghargai.
"Ketika kita saling mengenal, maka akan tumbuh sikap saling memahami, saling menghormati, dan saling membantu. Itulah fondasi kerukunan yang harus terus kita jaga," katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Kemiling, Purna Irawan, menjelaskan bahwa Program Modernisasi Masjid Kemiling lahir dari semangat kolaborasi antara KUA, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Kemiling memiliki 111 masjid dan 61 musala yang tersebar di sembilan kelurahan.
Kondisi masyarakat yang heterogen mendorong KUA Kemiling untuk terus menghadirkan program pembinaan yang mampu memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan kualitas kehidupan umat.
"Kami ingin masjid menjadi pusat kemajuan umat. Tidak hanya makmur dalam ibadah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi masyarakat," ujar Purna.
Selama empat tahun terakhir, KUA Kecamatan Kemiling telah menjalankan berbagai program pembinaan melalui Safari Subuh yang menjangkau hampir seluruh masjid di wilayah tersebut.
Selain itu, KUA Kemiling juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui koperasi syariah yang melibatkan masyarakat sekitar.
Peluncuran Program Modernisasi Masjid Kemiling turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta ratusan jamaah.
Kegiatan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan masjid serta terwujudnya masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera.
Program modernisasi tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi masjid-masjid lainnya di Lampung dalam mengembangkan tata kelola masjid yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat luas.