Advertisements
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat industri manufaktur tumbuh sebesar 5,04 persen pada kuartal I-2026 dengan kontribusi sekitar 19,07 persen terhadap produk domestik bruto nasional, sekaligus menjadi penyumbang terbesar bagi ekspor Indonesia. Meski demikian, para ekonom mengingatkan meningkatnya angka PHK di berbagai sektor tetap menjadi alarm yang tidak boleh diabaikan. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut tanpa langkah antisipasi yang efektif, daya beli masyarakat berpotensi melemah, tingkat pengangguran meningkat, serta peluang memanfaatkan bonus demografi Indonesia dapat terhambat.(beritasatu/nca)
