Hanya Wacana, Pelabuhan Mesuji Gagal Dibangun

// Empat Tahun Digagas, Terkendala Anggaran Pusat dan Status Lahan
Prima Imansyah Permana - Senin, 20 Jul 2026 - 20:22 WIB
radar lampung
radar lampung - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG – Harapan masyarakat Kabupaten Mesuji untuk memiliki Pelabuhan Tanah Merah sebagai pintu gerbang baru penghubung Provinsi Lampung dengan Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih sebatas wacana. 
Ya, empat tahun sejak kali pertama digagas, proyek strategis tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda akan direalisasikan.
Padahal, pelabuhan penyeberangan kapal roll on-roll off (ro-ro) itu sempat diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mampu membuka jalur distribusi logistik baru, memangkas biaya angkut barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Lampung.
Memasuki pertengahan 2026, pembangunan fisik belum juga dimulai. Bahkan, Pemprov Lampung mengakui belum ada perkembangan berarti terhadap proyek tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo mengatakan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah pusat terkait pembangunan Pelabuhan Tanah Merah.
“Belum ada perkembangan. Hal ini karena anggarannya berasal dari pemerintah pusat dan sampai sekarang anggarannya belum turun,” kata Bambang kepada Radar Lampung, Senin (20/7).
Menurutnya, sejak awal proyek tersebut memang sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah pusat. Tanpa kepastian pendanaan, pembangunan pelabuhan tidak dapat dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Tak hanya persoalan anggaran, Bambang mengungkapkan bahwa proyek tersebut juga sempat terkendala masalah legalitas lahan.
Saat rencana pembangunan mulai disusun beberapa tahun lalu, status tanah yang akan dijadikan lokasi pelabuhan belum memiliki kepastian hukum sehingga menjadi salah satu hambatan utama.
“Pada waktu itu, status tanah yang akan digunakan untuk pelabuhan juga belum jelas,” katanya.
Persoalan tersebut membuat proses perencanaan tidak dapat berjalan maksimal. Hingga kini pun belum ada pembahasan lanjutan mengenai penyelesaian berbagai kendala tersebut.
Bambang mengakui kondisi fiskal pemerintah pusat yang masih terbatas menjadi faktor utama yang membuat proyek tersebut belum memperoleh prioritas pendanaan.
“Iya, belum ada. Ditambah lagi kondisi anggaran dari pemerintah pusat saat ini juga sedang terbatas, sehingga belum ada anggaran untuk pembangunannya,” jelasnya.
Diketahui, Pelabuhan Tanah Merah mulai diwacanakan pada 2022 sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas antarpulau.
Lokasinya yang berada di Kabupaten Mesuji dinilai sangat potensial menjadi jalur alternatif penghubung Lampung dengan Kepulauan Bangka Belitung.
Apabila terealisasi, pelabuhan tersebut diproyeksikan melayani penyeberangan kapal Ro-Ro yang mampu mengangkut kendaraan, truk logistik, hingga penumpang secara langsung.
Keberadaan pelabuhan itu diyakini akan memangkas waktu distribusi berbagai komoditas unggulan Lampung menuju Bangka Belitung maupun sebaliknya. Selain itu, biaya logistik juga diperkirakan menjadi lebih efisien karena pelaku usaha tidak lagi bergantung pada jalur distribusi yang lebih panjang.
Tidak hanya sektor perdagangan, proyek tersebut juga diharapkan mampu membuka kawasan ekonomi baru di wilayah timur Lampung, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan sektor industri, pertanian, dan perikanan di Kabupaten Mesuji.
Namun, berbagai manfaat yang pernah diproyeksikan itu hingga kini belum dapat dirasakan masyarakat karena proyek masih berhenti pada tahap perencanaan. (pip/c1/yud)

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements