BANDAR LAMPUNG – Masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan.
Belakangan ini beredar akun Facebook baru menggunakan nama "Marindo Kurniawan" yang mengaku sebagai Sekda Provinsi Lampung dan mengirim permintaan pertemanan kepada sejumlah pengguna media sosial.
Dalam aksinya, akun tersebut diduga menggunakan foto profil Marindo Kurniawan untuk meyakinkan calon korban. Setelah permintaan pertemanan diterima, akun itu mengirimkan pesan yang berisi informasi mutasi pegawai dan meminta penerima pesan menghubungi nomor WhatsApp 0851781721**.
Tidak hanya itu, pesan WhatsApp dari nomor 0821568011** pun bahkan meminta uang sebanyak Rp75 juta dengan alasan untuk dana pusat.
Nomor itu bahkan, mengirimi nomor rekening seabank 901227613328 A/n firmansyah.
Menanggapi hal tersebut, Marindo Kurniawan menegaskan akun tersebut bukan miliknya dan meminta masyarakat tidak melayani segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan dirinya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak menerima permintaan pertemanan dari akun mencurigakan, tidak menghubungi nomor telepon yang disampaikan, serta segera memblokir dan melaporkan akun tersebut kepada pihak Facebook.
Marindo juga meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang mencatut nama pejabat pemerintah untuk memperoleh keuntungan pribadi.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak meladeni permintaan apa pun yang mengatasnamakan saya. Harap lebih waspada dan berhati-hati terhadap pihak-pihak yang memalsukan identitas pejabat Pemerintah Provinsi Lampung untuk melakukan penipuan," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengingatkan bahwa seluruh informasi resmi terkait kepegawaian, termasuk mutasi ASN, hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung maupun instansi pemerintah yang berwenang.
Masyarakat yang menemukan akun serupa diimbau segera melaporkannya agar tidak semakin banyak korban yang tertipu. (abd)
