BANDARLAMPUNG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di area parkir kantor Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung, Selasa (21/7). Dua pelaku yang diduga telah merencanakan aksinya gagal membawa kabur sepeda motor milik salah seorang aparatur sipil negara (ASN) setelah dipergoki warga dan pegawai.
Meski demikian, kedua pelaku berhasil melarikan diri setelah mengancam warga dan pegawai menggunakan benda yang diduga senjata api. Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan di lingkungan kantor pelayanan publik.
Aksi kedua pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area parkir. Dalam rekaman terlihat dua orang datang berboncengan menggunakan sepeda motor, kemudian berbagi peran untuk melancarkan aksinya.
Salah seorang pelaku turun dan menuju sepeda motor yang menjadi sasaran. Pelaku kemudian berusaha merusak lubang kunci stang menggunakan alat yang telah dipersiapkan, sementara rekannya mengawasi situasi di sekitar lokasi.
Setelah berhasil merusak kunci, pelaku diduga hendak membawa kabur kendaraan tersebut. Namun, aksinya diketahui warga dan pegawai kecamatan yang berada di sekitar lokasi.
Teriakan "maling" pun mengundang perhatian warga dan pegawai lainnya. Mereka berupaya mengejar serta menghentikan pelaku sebelum keluar dari area kantor.
Saat terdesak, salah seorang pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api dan mengarahkannya kepada warga serta pegawai yang melakukan pengejaran. Ancaman tersebut membuat pengejaran dihentikan demi menghindari risiko yang lebih besar.
Kedua pelaku akhirnya berhasil melarikan diri tanpa membawa sepeda motor incarannya. Meski demikian, kendaraan milik korban mengalami kerusakan pada bagian lubang kunci akibat upaya pembobolan.
Camat Tanjungkarang Pusat, Epri Kusumayuda, mengatakan peristiwa tersebut merupakan kasus curanmor pertama yang terjadi di lingkungan kantor kecamatan.
Ia menduga pelaku telah lebih dahulu mempelajari kondisi lokasi sebelum beraksi. Saat kejadian, sebagian besar pegawai sedang melayani masyarakat sehingga area parkir relatif sepi.
"Dugaan kami pelaku sudah mengetahui situasi di kantor ini. Saat kejadian pegawai sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga area parkir tidak banyak orang yang mengawasi," kata Epri, Rabu (22/7).
Usai kejadian, pihak kecamatan langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Rekaman CCTV yang memperlihatkan rangkaian aksi pelaku juga telah diserahkan sebagai barang bukti untuk membantu proses penyelidikan.
