BANDARLAMPUNG – Pemkot Bandarlampung menggelar Lomba Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-344 Kota Bandarlampung di Graha Mandala Alam Siger, Rabu (22/7).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), kecamatan, hingga 120 kelurahan yang menampilkan beragam masakan khas Lampung dan kreasi jajanan pasar berbahan pangan lokal.
Peserta menyajikan berbagai menu tradisional serta olahan berbahan dasar singkong, tahu, jantung pisang, dan komoditas palawija lainnya. Bahan-bahan tersebut diolah menjadi hidangan yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga bernilai ekonomi.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, lomba ini tidak sekadar menjadi agenda memeriahkan HUT Kota Bandar Lampung, tetapi juga sebagai upaya melestarikan kuliner tradisional agar tetap dikenal di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, makanan tradisional merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong ikut berperan dalam menjaga keberadaan kuliner khas Lampung melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Lomba Masakan Tradisional Lampung dan Jajanan Pasar ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengembangkan budaya daerah, meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Lampung, sekaligus mengembangkan masakan dan makanan khas tradisional Lampung," kata Eva Dwiana.
Ia menjelaskan, pemanfaatan bahan pangan lokal juga menjadi salah satu fokus kegiatan. Menurutnya, singkong, tahu, jantung pisang, dan berbagai hasil palawija memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah apabila dikembangkan secara kreatif.
Eva menilai kekayaan kuliner khas Lampung juga dapat menjadi daya tarik wisata. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
"Lomba ini juga bertujuan meningkatkan pariwisata di Kota Bandar Lampung dan kunjungan wisata di daerah-daerah Provinsi Lampung. Kuliner tradisional merupakan salah satu potensi yang harus terus kita angkat," ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para pendahulu. Masyarakat diharapkan terus mencintai dan melestarikan budaya daerah, termasuk menjaga keberadaan makanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya Lampung.
"Mari kita jaga dan lestarikan budaya daerah dengan mencintai budaya sendiri serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan kepada kita," tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba tersebut juga menjadi wadah berbagi ide dan inovasi dalam mengolah makanan tradisional serta jajanan pasar. Penilaian tidak hanya didasarkan pada cita rasa, tetapi juga kreativitas penyajian, kebersihan, dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
