Dalam paparannya, Wakil Ketua BWI Pusat KH. Tatang Astarudin menyosialisasikan Optimalisasi Gerakan Dana Abadi Berbasis Wakaf Uang pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar.
Menurutnya, wakaf merupakan sedekah abadi yang memiliki keunggulan dibandingkan instrumen filantropi lainnya sehingga perlu dijadikan sebagai gaya hidup masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa wakaf dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi serta mendorong kemandirian lembaga pendidikan.
Dr. Tatang menjelaskan, Program Dana Abadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Wakaf merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang hingga kini telah menghimpun wakaf uang lebih dari Rp1,1 miliar.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, peningkatan fasilitas pembelajaran dan dakwah kampus, serta penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Potensi penghimpunan program tersebut diperkirakan mencapai Rp205,26 miliar.
Ia juga menjelaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan yang berstatus sebagai satuan kerja pemerintah memiliki kendala regulasi untuk menjadi nazhir secara langsung.
Karena itu, BWI mendorong PTKI menjadi mitra nazhir BWI sehingga penghimpunan dan pengelolaan wakaf tetap dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui skema tersebut, dana yang dihimpun akan tetap dikelola untuk kepentingan institusi masing-masing dengan legalitas BWI.
Sementara itu, Wakil Rektor II Prof. Dr. Safari, M.Sos.I. yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim UPW UIN RIL menyampaikan pengalaman kampus dalam menghimpun dana solidaritas untuk Palestina dan korban bencana Sumatera.
Menurutnya, pengelolaan wakaf harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar Gerakan Wakaf Universitas dapat berjalan dengan baik. Ia juga menyebut dukungan dari Bank Syariah Indonesia sebagai mitra akan mempercepat pengembangan wakaf di lingkungan universitas.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Kemitraan Strategis Lembaga Kenazhiran BWI Bambang Pamungkas menyampaikan, potensi pengembangan wakaf di perguruan tinggi keagamaan sangat besar. Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi negeri berbadan hukum maupun perguruan tinggi swasta telah lebih dahulu mengembangkan dana abadi berbasis wakaf sehingga menjadi peluang bagi PTKI untuk melakukan hal serupa.
Sementara itu, Iqbal dari bidang Fundraising BWI memaparkan prosedur pembentukan mitra nazhir serta simulasi pembayaran melalui kampanye Satu Wakaf yang dapat dipantau secara real time melalui laman Satuwakaf.id/PTKI.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan Paket Beasiswa Perguruan Tinggi dari imbal hasil wakaf uang kepada UIN RIL oleh Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia kepada Rektor UIN RIL. (*)
