SUKADANA - Semangat gotong royong masih hidup di Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
Selama beberapa bulan terakhir, warga secara swadaya telah membangun jalan desa sepanjang sekitar 5 KM.
Aksi ini dilakukan sebagai langkah nyata mempercepat akses di wilayah yang memiliki hamparan jalan desa hampir 90 KM.
Desa Bandar Agung sendiri terdiri dari 26 dusun, 85 RT. Dibandingkan dengan desa lainya di Lampung Timur, memiliki panjang jalan yang cukup besar.
Oleh karenai itu warga menyadari jika pembangunan infrastruktur di desanya tidak bisa hanya menunggu satu sumber.
"Total yang sudah kami bangun sekitar 5 KM. Dan sampai saat ini kegiatan kami masih terus berlanjut," ujar Kyai Abdul Manan, tokoh masyarakat Dusun 16, Desa Bandar Agung, Senin (27/7).
Menurut warga, kunci utama gerakan ini adalah kesadaran kolektif. Jika hanya menunggu, prosesnya akan sangat panjang.
"Masyarakat menyadari bahwa pembangunan jalan di desa kami tidak akan secepatnya terwujud tanpa adanya aksi nyata. Makanya kami bergerak bersama, bergotong royong seperti yang kami lakukan sekarang," kata Heru, tokoh Forum Pemuda Dusun 14.
Gerakan ini murni inisiatif warga. Tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana. Setiap rumah diajak berpartisipasi sesuai kemampuan melalui sistem patungan.
Di lokasi, jalan yang dibangun warga merupakan cor beton dengan lebar kurang lebih 3 meter. Ketebalan cor disesuaikan kondisi tanah, antara 5 hingga 10 centimeter.
Mereka juga terbuka soal anggaran. Berdasarkan hitungan bersama, setiap proses pembangunan sepanjang 200 meter menghabiskan biaya sekitar Rp40 juta.
Dana tersebut khusus untuk pembelian material seperti pasir, batu, semen dan lainnya.
