JAKARTA - Rasa percaya diri tinggi ditunjukkan kubu Ducati Lenovo Team terkait kesiapan fisik pembalap andalan mereka, Marc Marquez, menjelang seri MotoGP Spanyol di Circuito de Jerez.
Di tengah tekanan akibat start musim yang belum sesuai harapan, Ducati tetap memperlihatkan optimisme besar terhadap kondisi kebugaran juara dunia bertahan itu yang kini masih dalam tahap pemulihan cedera.
General Manager Ducati, Gigi Dall'Igna, mengungkapkan keyakinannya Marquez akan tampil dalam kondisi fisik optimal saat menghadapi MotoGP Spanyol. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran yang sempat mencuat terkait kebugaran sang juara dunia usai cedera pada musim sebelumnya.
Sebelumnya, Marquez mengalami cedera serius pada bahu kanan setelah insiden dengan Marco Bezzecchi di penghujung musim lalu. Cedera tersebut membuatnya harus melewatkan sejumlah balapan krusial, sehingga proses pemulihannya turut memengaruhi performanya di awal musim 2026.
Walaupun sempat kembali turun dalam uji coba pramusim, kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih saat memasuki seri-seri awal. Hal itu terlihat dari performanya yang belum stabil di barisan depan, bahkan belum mampu meraih podium grand prix hingga memasuki fase awal musim.
Di sisi lain, tekanan terhadap Ducati kian meningkat seiring performa impresif Aprilia Racing yang tampil dominan melalui motor RS-GP. Dominasi tersebut tampak dari kemenangan beruntun para pembalap mereka, termasuk Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang kini memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia.
Kondisi ini menempatkan Ducati dalam situasi yang menantang, terlebih karena ekspektasi tinggi terus melekat pada performa motor Desmosedici yang dalam beberapa musim terakhir menjadi tolok ukur di ajang MotoGP.
Namun, musim 2026 memperlihatkan persaingan semakin merata dengan peningkatan signifikan dari para pesaing.
Sebagai respons atas situasi tersebut, Ducati tidak hanya bertumpu pada kebugaran Marquez, tetapi juga terus menggenjot pengembangan teknis motor mereka. Sejumlah pembaruan aerodinamika, termasuk sayap dan komponen jok, telah diperkenalkan dalam beberapa seri terakhir sebagai bagian dari strategi peningkatan performa.
Langkah tersebut menjadi bukti Ducati tidak tinggal diam menghadapi tekanan kompetitif. Tim terus mencari solusi teknis guna mengembalikan keunggulan performa sekaligus menyesuaikan karakteristik motor dengan kebutuhan pembalap di lintasan.
Selain aspek teknis, Ducati juga harus menghadapi dampak dari sistem konsesi MotoGP yang memberikan keuntungan tambahan bagi tim-tim rival. Sistem ini memang dirancang untuk menciptakan persaingan yang lebih seimbang, namun di sisi lain menjadi tantangan tersendiri bagi Ducati yang sebelumnya dominan dari sisi teknologi.
Meski begitu, Ducati menegaskan kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunnya performa tim. Mereka tetap berkomitmen bekerja keras demi mengembalikan posisi sebagai kekuatan utama dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.
