Rp14 Triliun Digelontorkan, Sekolah Direvitalisasi Massal

Pemerintah pusat mulai menggelontorkan anggaran jumbo untuk sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Rp14 triliun pada 2026 untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Muhammad Zainal Arifin - Selasa, 28 Apr 2026 - 20:49 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengunjungi SMPN 2 Menggala untuk meresmikan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Tulangbawang.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengunjungi SMPN 2 Menggala untuk meresmikan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Tulangbawang. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

TULANG BAWANG — Pemerintah pusat mulai menggelontorkan anggaran jumbo untuk sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan Rp14 triliun pada 2026 untuk merevitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan langsung rencana besar tersebut saat meresmikan program revitalisasi di SMPN 2 Menggala, Tulangbawang, Selasa (28/4).

“Untuk 2026 sudah dialokasikan Rp14 triliun bagi 11.744 satuan pendidikan. Bahkan kami sedang mengajukan tambahan anggaran agar bisa menjangkau hingga 71.744 sekolah,” ungkapnya.

Jika disetujui Kementerian Keuangan, lonjakan target ini akan menjadi salah satu program revitalisasi pendidikan terbesar dalam satu dekade terakhir.

Advertisements

Untuk Kabupaten Tulang Bawang sendiri, pada 2025 lalu tercatat 38 sekolah telah mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp41,6 miliar.

Sekolah yang disentuh program ini meliputi, 2 PAUD, 14 SD, 13 SMP, 7 SMA, 3 SMK. Seluruh proyek diklaim telah rampung. Namun angka ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan riil sekolah yang masih mengalami kerusakan, terutama di daerah pelosok.

Tak hanya fisik, Kemendikdasmen juga menggelontorkan Rp109,7 miliar untuk digitalisasi 3.334 sekolah di Tulang Bawang. "Kami berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi dari pemerintah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kualitas pembelajaran," harap Mendikdasmen.

Program digitalisasi ini mencakup berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SLB. Pemerintah menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan sekolah dengan konsep Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Advertisements

Secara konsep, gagasan ini terdengar ideal. Lingkungan sekolah yang layak diyakini mampu meningkatkan kualitas belajar siswa. Namun fakta di lapangan berbicara lain. Banyak sekolah yang sebelumnya direvitalisasi justru kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat, minim perawatan, bahkan tak jarang menyisakan persoalan baru.

Abdul Mu'ti mengungkapkan, pada tahun 2026 program revitalisasi akan terus dilanjutkan. Ia melaporkan bahwa yang sudah ada dalam anggaran program ini yakni Rp 14 Triliun untuk 11.744 satuan pendidikan.

"Sekarang sudah mulai proses verval. Kami sekarang juga sedang proses mengajukan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan untuk 60.000 satuan pendidikan, jika nanti disetujui, Insha Allah tahun 2026 akan digunakan untuk 71.744 satuan pendidikan," jelasnya.

Sementara itu, untuk program digitalisasi saat ini baru satu IFP untuk satu satuan pendidikan. Mendikdasmen menyampaikan bahwa Presiden RI berjanji pada tahun 2026 secara bertahap akan dibagikan dua sampai tiga IFP persatuan pendidikan. "Sekarang dalam proses pengajuan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan," lanjutnya.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements