Rizky Panchanov - Senin, 06 Jul 2026 - 22:52 WIB
DIBUKA: SPMB PJJ Jenjang Pendidikan Menengah 2026 sebagai langkah strategis untuk mengembalikan jutaan anak tidak sekolah (ATS).
DIBUKA: SPMB PJJ Jenjang Pendidikan Menengah 2026 sebagai langkah strategis untuk mengembalikan jutaan anak tidak sekolah (ATS). - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Kemendikdasmen Target 2,4 Juta Anak Tak Sekolah Masuk SPMB PJJ 

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (SPMB PJJ) jenjang pendidikan menengah tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak yang tidak lagi bersekolah.

Program tersebut diproyeksikan menjadi solusi bagi sekitar 2,4 juta anak usia 16–18 tahun yang selama ini belum mengenyam pendidikan akibat berbagai kendala, mulai dari faktor ekonomi, sosial, hingga keterbatasan wilayah.

Melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kemendikdasmen mengembangkan SPMB PJJ dengan konsep layanan pendidikan yang lebih inklusif. Tidak hanya membuka akses masuk ke sekolah, program ini juga dirancang agar peserta didik dapat mengikuti proses belajar hingga menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah.

Advertisements

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan pemerintah kini menerapkan pendekatan baru dalam memberikan layanan pendidikan. Menurutnya, negara harus lebih proaktif menjangkau anak-anak yang selama ini kehilangan kesempatan belajar, bukan sekadar menunggu mereka datang ke sekolah.

Ia menegaskan pemerataan pendidikan bukan berarti memberikan layanan yang sama kepada seluruh anak, melainkan menghadirkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta didik. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Webinar Nasional Pencanangan SPMB PJJ 2026, Sabtu (4/7).

Suharti menilai jutaan anak yang tidak bersekolah harus segera mendapatkan kembali akses pendidikan agar tetap memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui sistem pendidikan jarak jauh, proses belajar diharapkan dapat menjangkau peserta didik tanpa dibatasi lokasi maupun waktu, sehingga semakin banyak anak yang dapat memperoleh layanan pendidikan.

Advertisements

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan keberhasilan program SPMB PJJ tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang mendaftar. Yang lebih penting, kata dia, adalah kemampuan peserta untuk bertahan mengikuti pembelajaran hingga lulus.

Senada dengan itu, Direktur PKPLK Saryadi mengatakan paradigma pelayanan pendidikan harus berubah. Menurutnya, pemerintah harus aktif mencari, mengajak, dan mendampingi anak-anak yang tidak bersekolah agar mereka dapat kembali belajar.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang tuntas, mendapatkan ijazah, serta memiliki peluang meraih masa depan yang lebih baik.(disway/nca)

 

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements