JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah merespons singkat pernyataan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut Jawa Tengah bakal menjadi “kandang gajah” usai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari politik.
Saat dimintai tanggapan oleh awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7), Said hanya menjawab singkat.
“Siapa yang bikin hoaks?” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo mengaku telah melaporkan perkembangan konsolidasi partainya di Jawa Tengah kepada Jokowi.
Menurut Yogo, laporan tersebut merupakan bagian dari persiapan menjelang safari politik Jokowi ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Ia menyebut salah satu target kunjungan itu adalah memperkuat basis dukungan PSI di provinsi tersebut.
“Yang jelas tugas kami hari ini mempersiapkan untuk bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai Kandang Gajah,” kata Yogo, Jumat (3/7).
Sementara itu, pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai upaya PSI menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” bukan perkara mudah. Pasalnya, provinsi tersebut selama ini dikenal sebagai basis utama PDIP atau “Kandang Banteng”.
“Tentu tidak mudah. Ada dua penyebab utamanya,” kata Jamiluddin.
Menurutnya, pengaruh politik Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki karakter yang berbeda di Jawa Tengah.
“Jokowi lebih populis, sedangkan Megawati cenderung ideologis,” ujarnya.
Jamiluddin menjelaskan, pengaruh Jokowi lebih bersifat personal dan pragmatis, sehingga mampu mendongkrak elektabilitas dalam waktu relatif singkat. Namun, pengaruh tersebut dinilai tidak mengakar kuat di masyarakat.
