gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Minggu, 05 Jul 2026 - 22:31 WIB
BIASAKAN BAHASA INGGRIS: Al Kautsar menggelar English Camp agar mengasah kemampuan siswa menggunakan bahasa Inggris.
BIASAKAN BAHASA INGGRIS: Al Kautsar menggelar English Camp agar mengasah kemampuan siswa menggunakan bahasa Inggris. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - SMP Al Kautsar menggelar kegiatan English Camp selama lima hari, 29 Juni-3 Juli 2026, di sekolah setempat. Kegiatan ini untuk mengasah rasa percaya diri dan kemampuan siswa berbahasa Inggris secara aktif dan menyenangkan.

English Camp yang bekerja sama dengan Rumah Inggris Lampung ini diikuti oleh 35 peserta. Selama pelaksanaan, peserta dibekali dengan empat pilar utama kebahasaan, yakni Listening  dengan menyimak dialog, lagu, dan instruksi native. Lalu, Grammar yang fokus pada Simple Present dan Present Continuous. Kemudian, Pronunciation untuk perbaikan pelafalan melalui drilling dan tongue twister, serta speaking dengan mengajak siswa praktik langsung melalui role play, debate mini, dan storytelling.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Al Kautsar, Rudiyanto mengatakan, bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dunia sehingga belajar bahasa Inggris bisa menjadi jembatan untuk mengetahui dan mengeksplorasi dunia. 

Sementara, Kepala Pusat Pendidikan Bahasa (Pusdikba) Al Kautsar, Choirul berpesan agar tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing, melainkan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Indonesia. 

Advertisements

Ketua Yayasan Al Kautsar, Wagiso turut hadir dalam pembukaan kegiatan English Camp. Wagiso menekankan kepada seluruh peserta agar belajar bahasa Inggris dari sedini mungkin.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut salah,” kata Wagiso. 

Ketua Pelaksana Kegiatan English Camp, Fatoni Latif mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata (vocabulary) dan tata bahasa (grammar) peserta; menumbuhkan keberanian berbicara (speaking confidence) di depan umum, tanpa rasa takut salah; mengaktifkan kemampuan mendengarkan (listening comprehension) secara intensif; serta membiasakan penggunaan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah, baik dengan teman maupun guru.

Menurut Fatoni, pada awal kegiatan masih terlihat beberapa peserta yang grogi dan malu untuk menggunakan bahasa Inggris saat sesi perkenalan. Namun, hal ini berhasil dicairkan oleh mentor melalui permainan perkenalan berpasangan.

Advertisements

“Pada hari-hari berikutnya, panitia memperbanyak sesi peer tutoring agar suasana belajar lebih santai. Juga disediakan speaking corner di setiap sudut sekolah untuk memaksimalkan pembiasaan bahasa Inggris,” kata Fatoni Latif.

Fatoni memberikan semangat kepada para peserta English Camp untuk tidak takut salah saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dia menekankan bahwa tidak ada yang salah dengan belajar, justru yang salah adalah saat berhenti mencoba. 

“Setiap kata yang kalian ucapkan hari ini, meskipun salah pelafalan atau tata bahasanya adalah sebuah pukulan telak terhadap rasa takut kalian sendiri. Kalian adalah generasi pembelajar yang berani,” ujarnya.

Dia menegaskan, lima hari menginap di sekolah untuk mengikuti kegiatan English Camp menjadi wadah untuk penempaan diri dan keluar dari zona nyaman dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai teman. 

Advertisements

Share:
Editor: Rizky Panchanov
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements