Dari sisi taktik, Alonso dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan penguasaan bola serta fleksibilitas dalam penerapan formasi.
Saat masih melatih Bayer Leverkusen, ia cukup sering menggunakan skema 3-4-2-1 yang dinilai sesuai dengan karakter skuad Chelsea saat ini. Sistem tersebut juga bukan hal asing bagi para pemain Chelsea yang sebelumnya terbiasa bermain dengan tiga bek di era Enzo Maresca.
Selain itu, Alonso juga pernah menerapkan pola 4-3-3 ketika menangani Real Madrid. Hal itu menunjukkan kemampuannya dalam menyesuaikan pendekatan permainan, baik menggunakan tiga bek maupun empat bek.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga dikenal memiliki kemampuan dalam mengembangkan pemain muda serta meningkatkan performa individu pemainnya. Salah satu contoh paling menonjol adalah keberhasilannya mengasah kemampuan Florian Wirtz di Leverkusen hingga berkembang menjadi salah satu talenta terbaik Eropa.
Kehadiran Alonso pun diharapkan mampu mengangkat kembali performa sejumlah pemain penting Chelsea, termasuk Cole Palmer yang musim ini tampil kurang konsisten akibat masalah cedera.
Gaya permainan yang diterapkan Alonso diyakini dapat membantu memaksimalkan kreativitas gelandang serang berusia 24 tahun tersebut di lini depan Chelsea.
Melalui proyek jangka panjang yang tengah disiapkan, Chelsea berharap era baru bersama Xabi Alonso dapat menghadirkan stabilitas tim sekaligus membawa klub kembali bersaing di papan atas Liga Inggris maupun kompetisi Eropa. (disway/nca)
