BANDAR LAMPUNG – Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Lampung resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Tahun 2026 yang berlangsung di Kampoeng Bamboe Resto, Way Halim, Bandar Lampung, Senin (1/6/2026). Forum tertinggi organisasi tersebut menghasilkan keputusan penting dengan kembali terpilihnya Maktub Djais sebagai Ketua PGSI Lampung untuk periode berikutnya.
Musprov dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I KONI Lampung, Margono Tarmudji, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat. Turut mendampingi, Kepala Bidang Organisasi KONI Lampung Sri Sulastuti serta anggota Bidang Organisasi Darwis Rauf.
Dalam sambutannya, Margono menegaskan bahwa Musprov bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet yang lebih terarah.
“Musprov merupakan forum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan. Kami berharap PGSI Lampung semakin solid, profesional, dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan bagi daerah,” ujar Margono.
Menurutnya, pembinaan olahraga prestasi membutuhkan organisasi yang sehat, kompak, dan memiliki visi jangka panjang, terutama menghadapi berbagai agenda besar olahraga nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Fokus Persiapan PON 2028
Melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan, seluruh perwakilan Pengurus Cabang (Pengcab) PGSI kabupaten/kota kembali memberikan kepercayaan kepada Maktub Djais untuk memimpin organisasi gulat Lampung.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Maktub menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan seluruh pengurus daerah. Ia menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru agar program kerja dapat segera dijalankan.
“Terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Dalam waktu dekat kami akan membentuk kepengurusan yang solid agar organisasi dapat langsung bekerja menjalankan program pembinaan,” kata Maktub.
Ia menilai tantangan terbesar yang harus segera dihadapi adalah persiapan menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Karena itu, PGSI Lampung akan memperkuat sistem pembinaan mulai dari tingkat usia dini hingga senior.
“Kami akan melakukan pemetaan potensi atlet, memperkuat kualitas pelatih, serta melakukan seleksi secara berjenjang. Targetnya, Lampung memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional,” tegasnya.
Target Kembalikan Kejayaan Gulat Lampung
Sementara itu, sesepuh PGSI Lampung, Dadang Riswan Wahid, mengingatkan bahwa olahraga gulat Lampung memiliki sejarah prestasi yang cukup kuat dan harus kembali dibangkitkan.
Menurutnya, berbagai masukan yang muncul selama Musprov menjadi modal penting bagi kepengurusan baru untuk menyusun program pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dadang juga menyoroti peluang besar yang dimiliki Lampung setelah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Provinsi Banten pada penyelenggaraan PON XXIII Tahun 2032.
“Ini momentum yang sangat penting. Saat menjadi tuan rumah nanti, saya berharap gulat Lampung mampu kembali berjaya dan masuk lima besar nasional. Dengan pengalaman yang dimiliki Pak Maktub, saya optimistis target tersebut bisa diwujudkan,” ujarnya.
Dengan terpilihnya kembali Maktub Djais, PGSI Lampung kini dihadapkan pada tugas besar membangun sistem pembinaan yang lebih kuat, memperluas pembibitan atlet, serta menyiapkan generasi pegulat yang mampu mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional maupun internasional. (*)
