BANDARLAMPUNG — Pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi dimulai pada Senin (8/6).
Ujian berlangsung selama tiga hari, 8–10 Juni 2026, dan berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan Panitia Nasional.
Pada UM-PTKIN tahun ini, sebanyak 2.184 pendaftar memilih UIN RIL. Dari jumlah tersebut, 1.772 peserta mengikuti ujian di titik lokasi UIN RIL.
Selama tiga hari, ujian dibagi dalam sembilan sesi dengan difasilitasi tujuh laboratorium komputer.
Seluruh rangkaian ujian berlangsung tertib, aman, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Panitia Nasional.
Pelaksanaan ujian turut ditinjau oleh Wakil Rektor I UIN RIL, Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., didampingi sejumlah dekan, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, serta Ketua Tim Humas dan Kerja Sama.
Dalam keterangannya, Prof. Andi Thahir menyampaikan UIN RIL berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta, termasuk peserta berkebutuhan khusus.
“Alhamdulillah pelaksanaan terpantau berjalan lancar. Panitia telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis sehingga peserta dapat mengikuti ujian dengan baik,” ujarnya.
Kepala PTIPD, Prof. Dr. Achi Rinaldi, M.Si. menambahkan, kesiapan infrastruktur teknologi menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan SSE UM-PTKIN.
Menurutnya, PTIPD telah melakukan berbagai persiapan sebelum ujian, mulai dari pengecekan perangkat komputer, jaringan internet, server, hingga simulasi sistem untuk memastikan seluruh layanan dapat berjalan optimal selama ujian berlangsung.
Adapun UM-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui sistem SSE, proses seleksi berbasis komputer menjamin pelaksanaan yang efektif, terukur, dan akuntabel.