gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Rabu, 10 Jun 2026 - 20:40 WIB
Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan secara mendadak.
Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang diumumkan secara mendadak. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

"Sebagai produk yang digunakan secara luas dan berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan harga seharusnya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu yang cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya," katanya kepada awak media, Rabu 10 Juni 2026.

Dinilainya, pengumuman kenaikan harga yang dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi yang memadai telah mengabaikan hak konsumen untuk memperoleh informasi yang jelas.

Karena itu, YLKI mendesak Pertamina dan pemerintah membuka secara rinci formula serta komponen pembentuk harga BBM agar masyarakat memahami dasar penyesuaian harga tersebut.

Selain masalah transparansi, YLKI juga mengingatkan adanya potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar.

Advertisements

Menurutnya, kondisi ini harus diantisipasi secara serius agar tidak memicu lonjakan permintaan BBM subsidi yang berujung pada antrean panjang, pembatasan distribusi, maupun kelangkaan di sejumlah daerah.

"Jangan sampai masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kebijakan ini," ujarnya.

Lebih lanjut, YLKI mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM selalu memiliki efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.

Biaya transportasi, distribusi barang, hingga pengeluaran rumah tangga berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli masyarakat dan memicu inflasi.

Advertisements

Menurutnya, kelompok masyarakat kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Pasalnya, mereka tidak menikmati subsidi BBM, namun harus menanggung kenaikan biaya energi yang berimbas pada kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, pemerintah diminta mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan pasokan BBM sekaligus menekan dampak inflasi yang mungkin timbul.

Di sisi lain, YLKI menegaskan bahwa kenaikan harga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh konsumen. Mulai dari jaminan kualitas BBM, keandalan distribusi, kemudahan akses, akurasi takaran di SPBU, hingga peningkatan kualitas pelayanan.

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source: disway
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements