Ia mencontohkan pengembangan proyek bioetanol berbahan baku kelapa sawit, tebu, sorgum, dan
komoditas lainnya yang perlu dikaji secara komprehensif agar mampu menciptakan nilai tambah bagi
daerah sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai pemasok bahan baku.
“Yang penting bukan hanya nilai investasinya, tetapi bagaimana dampaknya terhadap perekonomian
daerah dan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama
agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bimo menambahkan, Bank Indonesia bersama OJK dan DJPb siap mendukung Pemerintah Provinsi
Lampung dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi melalui penguatan sinergi lintas sektor
sehingga target pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai secara berkelanjutan dan inklusif.
(adpim/pip/c1/abd)