BANDARLAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki musim kemarau.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus maupun titik api (hotspot), kewaspadaan diperketat terutama pada pertengahan Juli hingga Agustus yang diperkirakan menjadi puncak peningkatan suhu udara.
Analis Bencana BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya telah mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi kering.
Upaya tersebut diawali dengan rapat koordinasi tingkat provinsi bersama berbagai instansi terkait. "Prediksi dari BMKG, musim kemarau sebenarnya sudah dimulai Mei. Walaupun masih ada hujan di beberapa wilayah, kondisi tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan kami menghadapi potensi musim kemarau," ujar Wahyu.
Menurutnya, BPBD juga telah memetakan wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap Karhutla.
Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh BPBD kabupaten/kota, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), serta Tim Reaksi Cepat (TRC) di Provinsi Lampung.
"Kami menginstruksikan agar kewaspadaan dan deteksi dini terhadap titik api terus ditingkatkan," katanya.
Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat tiga kabupaten yang menjadi perhatian utama, yakni Lampung Timur, Tulang Bawang, dan Mesuji.
Wahyu menjelaskan ketiga daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi karena memiliki kawasan hutan dan lahan yang luas, riwayat kejadian Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya, serta tingkat kesulitan pemadaman yang lebih tinggi dibanding daerah lain.
"Daerah lain tetap harus waspada, tetapi tiga wilayah ini memang membutuhkan kewaspadaan ekstra," jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Lampung masih dalam kondisi aman karena belum ditemukan kasus Karhutla maupun hotspot. "Untuk tahun ini belum ada kasus Karhutla di Lampung dan belum ditemukan titik api," ujarnya.
Meski demikian, BPBD tidak hanya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga potensi kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang umumnya meningkat saat musim kemarau.
