PRINGSEWU – Meski telah memasuki musim kemarau, tidak semua aliran sungai di Kabupaten Pringsewu aman digunakan untuk aktivitas mandi maupun bermain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pringsewu mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan melarang mereka mandi, berenang, maupun bermain rakit di sungai yang memiliki arus deras.
Pelaksanatugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu, Nang Abidin Hasan, mengatakan masih terdapat sejumlah sungai dengan aliran yang cukup deras dan kedalaman yang berbahaya.
“Di beberapa lokasi, sungai masih memiliki arus yang deras dan cukup dalam,” ujar Nang Abidin Hasan.
Karena itu, ia meminta para orang tua, aparatur pekon, serta seluruh elemen masyarakat di wilayah yang dilalui sungai agar terus mengingatkan anak-anak untuk tidak berenang maupun bermain rakit di sungai.
“Hal tersebut sangat berisiko karena sudah cukup banyak korban hanyut maupun tenggelam,” tegasnya.
BPBD Pringsewu juga tetap menyiagakan personel beserta layanan call center yang dapat dihubungi masyarakat sewaktu-waktu apabila membutuhkan bantuan.
“Kami menyiapkan Call Center Damkar Pringsewu di nomor (0729) 21108 serta sejumlah nomor petugas di masing-masing wilayah,” tambahnya.
Untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh bantuan, BPBD Pringsewu telah menyiapkan layanan call center yang tersebar di seluruh kecamatan. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Damkar Pringsewu di nomor (0729) 21108.
Sementara itu, untuk wilayah Pringsewu dan Ambarawa dapat menghubungi 0882-7679-6898, wilayah Gadingrejo 0853-5717-9091, Sukoharjo 0823-7186-3937, Pagelaran 0887-6501-854, Banyumas dan Pagelaran Utara 0858-4054-7124, Adiluwih 0823-7177-3177, serta wilayah Pardasuka di nomor 0896-2336-6558.
Selain itu, BPBD juga mendorong aparatur pekon memasang papan imbauan di lokasi-lokasi sungai yang pernah memakan korban jiwa. Langkah tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak berenang maupun bermain rakit di kawasan yang berbahaya.
Imbauan tersebut menyusul masih terjadinya kasus warga yang hanyut dan tenggelam di sejumlah sungai di Kabupaten Pringsewu. Peristiwa terbaru terjadi di Sungai Way Sekampung, Dusun Jogowiryo, Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo.
Dua remaja yang dilaporkan hanyut pada Minggu (5/7) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama, Agam (16), pelajar kelas IX SMP asal Pekon Tegalsari, ditemukan sekitar pukul 13.30 WIB. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, tim gabungan kembali menemukan korban kedua, Faris (16), siswa kelas X SMK asal Pekon Tulung Agung. Kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.(sag/nca)
