TANGGAMUS — Seorang pemancing dilaporkan tewas tenggelam setelah terjatuh dari perahu di Bendungan Batu Tegi, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama dua hari.
Korban bernama Misroni (35) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/4). Sebelumnya, ia dilaporkan hilang saat memancing di area bendungan pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Diduga, korban terjatuh dari perahu saat memancing. Kecurigaan keluarga muncul karena korban tidak kunjung pulang hingga malam hari. Pencarian awal oleh keluarga hanya menemukan sepeda motor, sandal, serta perahu milik korban dalam kondisi terbalik di lokasi kejadian.
Upaya pencarian mandiri yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan kantor Basarnas Lampung.
Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Lampung mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Tanggamus ke lokasi. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi serta asesmen sebelum melanjutkan operasi pencarian.
Memasuki hari kedua, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Tim pertama menyisir area bendungan menggunakan perahu karet, sementara tim kedua melakukan pencarian visual di sepanjang tepian.
Selain itu, tim juga melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai. Namun, kondisi air dengan jarak pandang nol meter menjadi tantangan tersendiri dan meningkatkan risiko bagi tim penyelam.
Korban akhirnya ditemukan pada kedalaman sekitar 10 meter pada pukul 15.40 WIB, dengan jarak sekitar 90 meter dari titik awal kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Komandan Tim (Dantim) Rescuer Pos SAR Tanggamus, Tri Wardoyo, menjelaskan, korban berhasil ditemukan berkat kerja sama berbagai unsur SAR dan relawan.
“Setelah melakukan penyisiran, korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB di kedalaman kurang lebih 10 meter,” kata Tri Wardoyo.
Ia menambahkan, dalam proses pencarian tim memanfaatkan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye milik Basarnas untuk membantu mengidentifikasi keberadaan korban.
