"Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun untuk memastikan penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang," jelas Anthony.
Selain menghanguskan rumah milik Efriyadi, kobaran api juga sempat menyambar tower yang berada di lahan milik tetangganya, Yudianto.
Anthony memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan pendataan sementara bersama pamong setempat, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Damkarmat Kota Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak menggunakan kabel atau stop kontak yang sudah rusak, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Sementara, pasca peristiwa kebakaran tersebut, Minggu 12 Juli, siang PLT Kepala Disdikbud Bandar Lampung M Nur Ramdhan diketahui langsung memberikan bantuan kepada anak korban Faiza dan Assyifa yang bersekolah di SMPN 22 Bandar Lampung.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan kepada korban yang seharusnya masuk sekolah esok hari, namun semua perlengkapan sekolah kini sudah hangus terbakar.
"Karena tidak ada satu pun barang yang tersisa. Buku, seragam, hingga perlengkapan sekolah ikut hangus terbakar," ujarnya.
Pihaknya juga menyebut, Pemkot Bandarlampung Lampung melalui Dinasnya akan terus mendampingi agar kakak beradik tersebut tetap bisa bersekolah lagi. (mel/c1/yud)
