CEO Microsoft Satya Nadella memperingatkan perusahaan yang mulai mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) agar memahami satu risiko besar yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Menurutnya, ketika sebuah perusahaan mulai menggunakan model AI secara serius, mereka tidak hanya membayar layanan tersebut dengan uang, tetapi juga berpotensi menyerahkan aset paling berharga yang dimiliki, yakni pengetahuan dan data internal perusahaan.
Peringatan itu disampaikan Nadella melalui sebuah unggahan panjang di platform X pada Minggu (12/7/2026) malam yang telah dilihat lebih dari 5,7 juta kali.
Dalam unggahan tersebut, ia memperkenalkan konsep yang disebut reverse information paradox atau paradoks informasi terbalik, sebuah fenomena yang dinilai dapat mengubah cara perusahaan memandang penggunaan AI.
Nadella memulai penjelasannya dengan mengutip teori ekonom peraih Nobel, Kenneth Arrow. Arrow pernah menjelaskan adanya paradoks dalam perdagangan informasi.
Menurut teori tersebut, penjual informasi tidak dapat membuktikan nilai informasi yang dimilikinya tanpa terlebih dahulu mengungkapkannya.
