Namun, setelah informasi itu diungkapkan, pembeli otomatis telah memilikinya secara gratis. Menurut Nadella, era AI justru membalik kondisi tersebut.
"Di era AI, pembeli justru berisiko menyerahkan pengetahuannya hanya untuk dapat menggunakan produk yang dibelinya," ujar Nadella, dikutip dari TechCrunch, Selasa (14/7/2026).
Ia menilai perusahaan pada akhirnya membayar dua kali.
"Anda pada dasarnya membayar kecerdasan dua kali, sekali dengan uang, dan sekali lagi dengan sesuatu yang lebih berharga, yakni pengetahuan hak milik yang harus Anda ungkapkan agar kecerdasan itu berguna. Semakin baik kinerja model yang Anda inginkan, semakin banyak pengetahuan yang harus Anda berikan," tambah Nadella.
Semakin banyak konteks, dokumen, maupun proses bisnis yang diberikan kepada model AI agar menghasilkan jawaban yang lebih akurat, semakin besar pula pengetahuan internal perusahaan yang ikut terserap ke dalam sistem tersebut.
