Syaiful Mahrum - Selasa, 14 Jul 2026 - 19:16 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella.
CEO Microsoft Satya Nadella. - Foto Jason Redmond/AP

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

 

Advertisements

 

Nadella juga menyoroti praktik yang menurutnya bersifat kontradiktif di industri AI. Ia mengakui perusahaan pengembang model membutuhkan perlindungan hukum seperti prinsip fair use agar dapat melatih model menggunakan data publik yang tersedia di internet.

 

Namun, setelah model tersebut selesai dikembangkan, banyak penyedia AI justru menerapkan aturan ketat yang melarang pihak lain melakukan distilasi terhadap model mereka.

Advertisements

 

Distilasi merupakan teknik mempelajari keluaran sebuah model AI untuk memahami cara kerjanya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk melatih model lain yang lebih efisien atau lebih murah.

 

Pada Februari lalu, Anthropic bahkan menuduh sebuah model open source asal Tiongkok mengirim jutaan permintaan ke Claude sebagai upaya mempelajari perilaku model tersebut dan mendesak Pemerintah Amerika Serikat memperketat kontrol ekspor teknologi AI. Bagi Nadella, kondisi ini menciptakan standar ganda.

Advertisements

 

"Meskipun inovasi besar yang datang dari penyedia model yang memiliki hak penggunaan wajar untuk melatih model pada data publik memang diperlukan, saya merasa ironis setelah itu mereka justru menerapkan aturan yang membatasi distilasi," jelas Nadella.

Share:
Editor: Syaiful Mahrum
Source: https://www.beritasatu.com/
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements