Ia juga mempertanyakan kebijakan sejumlah penyedia AI yang tetap memberikan hak kepada diri mereka sendiri untuk mempelajari data penggunaan dan interaksi pelanggan.
Menurut Nadella, apabila proses pembelajaran hanya berjalan satu arah, maka seluruh nilai akhirnya akan terkonsentrasi pada perusahaan yang menguasai infrastruktur AI, bukan pada perusahaan yang menciptakan pengetahuan tersebut.
Dalam unggahannya, ia bahkan mengutip CEO Palantir Alex Karp, yang menyatakan pelanggan perusahaan sesungguhnya menginginkan kepemilikan atas alat produksi, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.
Sebagai solusi, Nadella menawarkan kerangka kerja yang ia sebut 5C Framework agar perusahaan tetap memiliki kendali atas proses pembelajaran AI mereka.
Komponen pertama adalah control. Perusahaan perlu membangun sistem evaluasi sendiri dan tetap memiliki kepemilikan penuh atas memori AI, jejak penggunaan (traces), serta seluruh umpan balik yang dihasilkan pengguna.
