Syaiful Mahrum - Selasa, 14 Jul 2026 - 19:16 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella.
CEO Microsoft Satya Nadella. - Foto Jason Redmond/AP

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Kekhawatiran yang disampaikan Nadella sebenarnya sudah lama berkembang di kalangan Silicon Valley.

 

Sejumlah investor teknologi, termasuk Jason Calacanis, hingga Alex Karp sebelumnya telah memperingatkan model AI proprietary dapat menjadi semacam kuda Troya.

Advertisements

 

Maksudnya, ketika perusahaan menggunakan layanan AI dari laboratorium besar seperti OpenAI maupun Anthropic, penyedia model tersebut secara bertahap memperoleh akses terhadap informasi bisnis paling sensitif milik pelanggan.

 

Pengetahuan itu kemudian berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan produk atau layanan yang pada akhirnya bersaing dengan perusahaan pengguna sendiri.

Advertisements

 

 

Meski Nadella tidak secara langsung menyebut model open source sebagai solusi, banyak pihak menilai hal tersebut menjadi pesan tersirat dari pernyataannya.

 

Advertisements

Semakin banyak perusahaan besar mulai menjalankan model AI open source di infrastruktur mereka sendiri atau secara on-premises, sehingga seluruh data tetap berada di lingkungan internal perusahaan.

 

Share:
Editor: Syaiful Mahrum
Source: https://www.beritasatu.com/
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements