Pendiri sekaligus CEO Solo.io Idit Levine mengatakan tren tersebut kini semakin terlihat di kalangan pelanggannya. Menurutnya, banyak perusahaan awalnya bereksperimen menggunakan model AI proprietary.
Namun setelah memahami risiko dan biaya yang muncul, mereka mulai mempertimbangkan model open source.
"Bisakah saya mengambil model open source dan menjalankannya secara on-prem? Model itu mampu melakukan hampir 90% dari apa yang dilakukan model besar dengan biaya yang jauh lebih murah. Mereka memahaminya, dan mereka dapat mengendalikannya," kata Levine.
Solo.io merupakan perusahaan pengembang perangkat lunak jaringan dan keamanan yang membantu organisasi mengelola sistem AI.
Teknologinya dipilih sebagai fondasi project agentgateway milik Linux Foundation, sementara pelanggannya mencakup perusahaan besar seperti T-Mobile, ADP, dan SAP.
Levine meyakini penggunaan model open source yang dijalankan secara lokal akan menjadi gelombang besar berikutnya dalam adopsi AI perusahaan.
Tren serupa juga terlihat pada Vercel dan OpenRouter, dua perusahaan yang menyediakan layanan pengalihan model AI. Keduanya melaporkan lonjakan penggunaan model open source.
