BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana merespons serius tindak kekerasan yang
melibatkan sejumlah pelajar SMP di Bandarlampung.
Pemkot kini bergerak cepat menelusuri penyebab persoalan agar kejadian serupa tidak terulang.
Eva mengatakan pihaknya telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Bandarlampung untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait insiden yang menyeret nama siswa
SMPN 44 Bandarlampung tersebut.
“Masalah ini sedang ditangani. Kami juga sudah meminta Dinas Pendidikan melihat secara detail apa
yang sebenarnya terjadi,” kata Eva Dwiana, Selasa, 26 Mei 2026.
Terkait dugaan adanya pelajar yang membawa senjata tajam, Eva menegaskan pengawasan akan
diperketat melalui Satuan Tugas (Satgas) yang telah dibentuk pemerintah kota. Ia juga memastikan akan
turun langsung memantau kondisi di lapangan sebagai langkah pencegahan.
“Insya Allah persoalan ini bisa selesai dengan baik. Ke depan, kejadian seperti ini tidak boleh lagi terjadi.
Karena itu Bunda juga akan turun langsung berkeliling,” tegasnya.
Selain pengawasan dari pemerintah, Eva meminta pihak sekolah meningkatkan perhatian terhadap
aktivitas siswa, baik di lingkungan sekolah maupun penggunaan telepon genggam saat proses belajar
mengajar berlangsung.
Menurutnya, pengawasan dari kepala sekolah dan guru sangat penting untuk menjaga kedisiplinan
pelajar sekaligus menciptakan suasana belajar yang kondusif.
“HP boleh dibawa, tetapi saat jam pelajaran jangan digunakan sembarangan. Guru dan kepala sekolah
harus ikut mengawasi,” imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Eva Dwiana mengingatkan para pelajar agar fokus menempuh pendidikan dan
memanfaatkan fasilitas sekolah gratis yang telah disediakan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Ia berharap para siswa dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk mengejar cita-cita dan meraih
masa depan yang lebih baik.
“Anak-anak harus terus belajar dan mengejar cita-cita setinggi mungkin. Apalagi di Bandar Lampung
sekolah sudah gratis, jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.
