BANDAR LAMPUNG - Universitas Bandar Lampung (UBL) terus membuktikan komitmennya sebagai motor penggerak transformasi digital di Provinsi Lampung.
Langkah nyata ini kembali ditegaskan melalui gelaran kuliah umum bertajuk “Keselarasan Peta Okupasi Nasional Bidang TIK dengan PCC Fakultas Ilmu Komputer UBL” yang berlangsung baru-baru ini.
Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber otoritas digital nasional, yakni Dr. Eng. Hary Budiarto, S.H., M.H., M.Kom., I.P.M. yang merupakan kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Rektor UBL Prof. Dr. Ir. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A. menekankan bahwa di era disrupsi, perguruan tinggi tidak boleh tertinggal. Kampus harus mampu bergerak cepat mengikuti dinamika industri yang sangat dinamis.
"Melalui Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan penerapan Personally Customized Curriculum (PCC), UBL konsisten menghadirkan pola pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan teknologi global," ujar Prof. Yusuf.
Lebih lanjut, Prof. Yusuf menjelaskan bahwa kualitas FIK UBL kini semakin diakui secara nasional. Hal ini dibuktikan dengan raihan akreditasi Unggul bagi Program Studi Informatika.
"Capaian ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, riset, serta kolaborasi kuat dengan industri dan pemerintah. Kami optimistis lulusan UBL mampu menjawab kebutuhan profesi digital di tingkat nasional maupun global," tambah Prof. Yusuf.
Sementara Hary Budiarto memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kurikulum yang dilakukan UBL.
Menurut Hary, peran kampus sangat vital dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui penyediaan SDM berkualitas.
Hary menilai, konsep PCC yang diterapkan FIK UBL sudah sangat sinkron dengan kebutuhan industri digital saat ini. Terutama pada lima bidang prioritas nasional. Yakni kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, data science, tata kelola TI, dan infrastruktur digital.
"Saya melihat FIK UBL memiliki visi yang kuat. Kurikulumnya sudah selaras dengan peta okupasi nasional, sehingga talenta digital yang lahir dari sini akan sangat adaptif dan berdaya saing tinggi," puji Hary. (rls/gie/ful)
