Syaiful Mahrum - Rabu, 15 Jul 2026 - 20:14 WIB
Tekuk Prancis 2-0 lewat gol Oyarzabal dan Pedro Porro, Spanyol sukses akhiri penantian 16 tahun untuk kembali tembus final Piala Dunia.
Tekuk Prancis 2-0 lewat gol Oyarzabal dan Pedro Porro, Spanyol sukses akhiri penantian 16 tahun untuk kembali tembus final Piala Dunia. - Foto David Ramos/Getty Images

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

BANDARLAMPUNG - Di luar banyak prediksi pengamat, Spanyol sukses menundukkan Prancis dalam laga semifinal Piala Dunia 2026. Di Dallas Stadium, Arlington, Rabu pagi WIB, 15 Juli 2026, Lamine Yamal dkk. menang dengan skor 2-0.
Timnas berjuluk La Roja itu pun melaju ke partai final sejak kali terakhir pada 2010. Ya, mereka mengakhiri penantian 16 tahun lamanya, ketika masih diperkuat nama-nama besar seperti Iker Casillas, Carles Puyol, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandes.
Gol pembuka Spanyol lahir lewat penalti Mikel Oyarzabal di menit ke-22. Memasuki paro kedua, Timnas Spanyol makin menggila. Pedro Porro buat La Roja unggul 2-0 di menit ke-58.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sungguh ini adalah mimpi terbesarku. Sangat, sangat membahagiakan,” kata Pedro Porro dengan terengah-engah bahagia ketika diwawancarai BBC usai laga.
“Dari awal hingga akhir kami memainkan pertandingan yang hebat. Kami melakukan segala yang kami bisa hari ini untuk bisa lolos ke final,” paparnya.
“Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat, sangat tangguh dan kami melakukan segalanya dengan sangat baik,” kata Porro. Menurutnya, kunci keberhasilan Spanyol adalah berhasil mencegah timnas Prancis memainkan permainan mereka.
“Tentu saja kami tahu ini (menguasai bola), adalah salah satu hal yang akan membawa kami lebih dekat ke final. Serangan balik mereka adalah kekuatan mereka dan penghentian adalah kuncinya,” jelas bek Tottenham Hotspur itu.
Di sisi lain,  Les Bleus (julukan Prancis) harus menghentikan langkah untuk mencapai final Piala Dunia ketiga secara beruntun.
Prancis tampil jauh di bawah performa terbaiknya sepanjang pertandingan. Gol penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama dan tambahan gol Pedro Porro setelah turun minum membuat Spanyol menguasai jalannya laga hingga peluit akhir.
Kapten Prancis Kylian Mbappe menyoroti pendekatan taktik timnya. Menurutnya, salah satu penyebab kekalahan adalah kegagalan Prancis mengimbangi permainan lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz.
Ia menilai timnya kurang agresif dalam melakukan tekanan sehingga lawan leluasa mengatur tempo permainan. “Kami kalah jumlah di lini tengah. Tiga lawan dua. Menghadapi Spanyol itu sangat sulit,” kata Mbappe seusai pertandingan, dikutip dari ESPN.
“Fabian Ruiz dan Rodri memiliki banyak waktu untuk menguasai bola dan mengatur permainan. Kami kurang berkomunikasi saat melakukan pressing,” ulas Mbappe.
“Menurut saya, kami seharusnya menerapkan penjagaan satu lawan satu (man-to-man) dan memaksa mereka berlari mengikuti ritme kami,” lanjut sang kapten.
Penyerang Real Madrid itu juga mengakui Prancis gagal menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan. “Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknik maupun taktik,” ia mengakui.
“Dalam semifinal Piala Dunia, jika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, Anda tidak akan menang. Spanyol menjalankan rencana mereka dengan sempurna, sedangkan kami gagal menghentikan ritme permainan mereka,” papar Mbappe.
Mbappe menilai buruknya kualitas sentuhan pertama setelah merebut bola turut membuat Prancis kesulitan membangun serangan. Kesalahan-kesalahan tersebut membuat Spanyol berkali-kali mampu merebut kembali penguasaan bola.
“Bahkan ketika kami berhasil merebut bola, sentuhan pertama kami tidak cukup baik. Hal-hal seperti itu membuat kami kalah,” keluh Mbappe.
“Ini sangat mengecewakan, tetapi jika kami objektif, kami memang tidak melakukan semua hal yang diperlukan untuk mencapai final,” lanjut pahlawan Prancis di Piala Dunia 2018 tersebut.
Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan di babak kedua. Ia memasukkan Kouadio Kone, Desire Doue, dan Rayan Cherki pada babak kedua. Namun, pergantian tersebut tidak mampu mengubah keadaan.
Cherki pun mengakui Spanyol memang tampil lebih baik pada laga tersebut, meski ia masih percaya kualitas skuad Prancis tidak kalah. “Mereka lebih baik dari kami dalam semua aspek permainan dan terlihat lebih lapar untuk menang,” kata Cherki.
“Saya tetap percaya kami memiliki tim yang lebih baik, tetapi hari ini Spanyol memang lebih baik. Kami kurang dari segalanya, baik secara teknik, taktik, maupun semangat bertanding,” papar pemain Manchester City itu.
Pada menit ke-86, rasa frustrasi Mbappe sempat memuncak setelah ia menabrak kiper Spanyol, Unai Simon, yang sedang berusaha mengamankan bola. Insiden tersebut membuat sang kapten menerima kartu kuning.
“Sebagai kapten, saya harus bertanggung jawab sepenuhnya dan saya tidak memiliki masalah dengan itu. Kami datang dengan target lolos ke final, tetapi kami gagal mencapainya,” tutupnya.
Usai tersingkir, Prancis akan menghadapi tim yang kalah pada semifinal antara Inggris dan Argentina dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Laga itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB. 
Laga Prancis vs Spanyol dimulai dengan tempo tinggi. Kedua tim langsung melakukan pressing sejak menit-menit awal, sehingga belum banyak peluang berbahaya yang tercipta.
Prancis lebih dulu mendapatkan sepak pojok pada menit keenam, tetapi pertahanan Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi mampu menghalaunya.
Pada menit kesembilan, Spanyol memperoleh peluang emas dari tendangan bebas di depan kotak penalti setelah Dani Olmo dijatuhkan Adrien Rabiot. Sayangnya, eksekusi Alex Baena masih membentur pagar hidup.
Pada menit ke-20, Spanyol mendapat hadiah penalti. Berawal dari umpan silang Marc Cucurella, Lucas Digne gagal menyapu bola dengan sempurna. Kakinya justru mengenai Lamine Yamal di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Mikel Oyarzabal yang menjadi eksekutor menjalankan tugas dengan sempurna. Tendangan kaki kirinya meluncur ke pojok kanan atas gawang. Kiper Prancis Mike Maignan menebak arah bola dengan benar, tetapi tidak mampu menghentikan tendangan.
Gol itu menjadi pukulan bagi Prancis. Situasi semakin sulit ketika William Saliba harus meninggalkan lapangan pada menit ke-30 akibat cedera punggung dan digantikan Maxence Lacroix.
Menjelang turun minum, Prancis sempat memperoleh peluang terbaiknya. Rabiot mengirim umpan terobosan kepada Kylian Mbappe yang lolos dari kawalan. Tetapi kiper Unai Simon dengan sigap keluar dari sarangnya untuk membuang bola lebih dulu.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 bagi Spanyol. Statistik menunjukkan Prancis hanya mampu mencatatkan dua tembakan dengan total expected goals (xG) sebesar 0,04 dan tidak satu pun mengarah ke gawang.
Memasuki babak kedua, Didier Deschamps mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Kouadio Kone menggantikan Rabiot. Namun, perubahan tersebut belum mampu meningkatkan daya serang Les Bleus.
Spanyol justru beberapa kali mengancam. Pada menit ke-51, Yamal sempat mencetak gol setelah menerima umpan Pedro Porro, tetapi dianulir karena offside.
Prancis masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Bradley Barcola gagal memaksimalkan kesempatan di dalam kotak penalti, sementara serangan-serangan mereka kerap dipatahkan lini belakang Spanyol

 

Gol kedua akhirnya hadir pada menit ke-58. Serangan balik Spanyol sempat gagal ketika Dani Olmo tidak mampu mengirim umpan kepada Oyarzabal.

Namun, bola berhasil dikuasai kembali dan Porro memainkan kombinasi satu-dua dengan Olmo sebelum melepaskan penyelesaian kaki kanan yang menaklukkan Maignan. Spanyol memperlebar keunggulan menjadi 2-0.

Advertisements

Beberapa menit berselang, Yamal kembali membobol gawang Prancis lewat penyelesaian indah ke pojok atas gawang. Namun, untuk kedua kalinya gol tersebut dibatalkan karena offside.

Prancis meningkatkan tekanan setelah tertinggal dua gol. Pada menit ke-67, Kylian Mbappe menciptakan ruang tembak di sisi kanan kotak penalti, tetapi sepakan sang kapten masih sempat dibelokkan Marc Cucurella menjadi sepak pojok.


Didier Deschamps kemudian memasukkan Theo Hernandez dan Rayan Cherki, disusul Desire Doue. Meski demikian, serangan Prancis tetap kurang efektif. Hingga menit ke-71 mereka bahkan belum mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Malah Spanyol yang hampir menambah gol pada menit ke-79. Umpan silang Baena disambut sundulan Ferran Torres. Tapi bola melenceng tipis di sisi kiri gawang.

Advertisements


Prancis memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-81 setelah Simon melakukan kesalahan saat menyapu bola. Namun, kiper Athletic Bilbao itu segera menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Doue.

Memasuki akhir pertandingan, frustrasi mulai terlihat dari kubu Prancis. Mbappe menerima kartu kuning pada menit ke-86 akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Unai Simon.


Tak lama kemudian, mereka mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti setelah Yamal melanggar Doue. Mbappe mengambil sendiri eksekusi tersebut, tetapi tendangannya melambung jauh di atas mistar.


Pada masa tambahan waktu, Nico Williams sempat melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti setelah melewati Upamecano, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring gawang.

Share:
Editor: Syaiful Mahrum
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements