MESUJI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi masyarakat, tetapi juga membawa angin segar bagi peternak ikan lele.
Sejak program tersebut berjalan, permintaan lele sebagai salah satu sumber protein hewani untuk menu MBG terus meningkat. Kondisi ini membuat penjualan lebih stabil dibanding sebelumnya.
Salah seorang peternak lele asal Kecamatan Simpang Pematang, Sahraihan (29), mengaku program MBG telah membuka peluang pasar baru bagi para pembudidaya lele.
“Sekarang permintaan lele lebih stabil, bahkan cenderung meningkat. Kami jadi lebih semangat berproduksi karena sudah ada kepastian pasar,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum adanya MBG, harga dan penjualan lele sering berfluktuasi. Namun kini permintaan rutin dari dapur penyedia MBG membuat usaha budidaya lebih terarah.
“Dengan adanya MBG, permintaan lebih stabil. Biasanya harga dan penjualan naik turun, sekarang lebih terarah karena ada kebutuhan rutin,” katanya.
Sahraihan mengungkapkan, setiap pekan dirinya mampu memasok sekitar 5 hingga 7 kuintal lele ke dapur MBG dengan harga jual berkisar Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram.
Selain meningkatnya permintaan, peternak juga merasakan harga jual yang lebih baik sehingga perputaran modal usaha menjadi semakin lancar. Bahkan, sejumlah peternak mulai menambah kapasitas kolam untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Para peternak optimistis, jika program MBG terus berlanjut, usaha budidaya lele akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan skala kecil.
Program MBG juga dinilai menjadi pasar baru yang berkelanjutan bagi sektor perikanan, seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(muk/nca)
