BANDAR LAMPUNG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMAN 6 Bandarlampung, Rabu (22/4).
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan, termasuk memastikan standar kebersihan dan kualitas makanan benar-benar terpenuhi.
“Kita minta kepala sekolah berkoordinasi dengan SPPG, memastikan makanan higienis dan fresh. SOP juga harus dijalankan dengan baik agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Thomas saat ditemui di DPRD Lampung, Senin (27/4).
Ia menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, jumlah korban seratusan. Namun demikian, tidak ada korban yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Memang ada yang mengalami mual dan muntah, tapi tidak ada yang dirawat. Kami sudah cek langsung ke pihak sekolah,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud juga telah meminta seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan koordinasi dengan SPPG, baik terkait menu maupun kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
“Kami sudah perintahkan kepala sekolah untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari menu hingga kualitas makanan, benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan program MBG di Lampung, Thomas menyebut hampir seluruh SMA sederajat di provinsi tersebut telah menerima program tersebut. Meski begitu, masih ada beberapa daerah yang belum terjangkau secara penuh. “Hampir semua sudah berjalan. Yang belum itu di daerah 3T dan masih dalam proses,” katanya.
Terpisah, aktivitas belajar mengajar di SMAN 6 Bandarlampung dipastikan tetap berjalan normal pasca munculnya dugaan keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa dan guru usai menyantap Makanan Bergizi Gratis, Rabu (22/4) lalu.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, pihak sekolah memastikan kondisi para siswa dan guru telah pulih. Hingga Senin (27/4), suasana di sekolah yang berlokasi di wilayah Panjang tersebut tampak kondusif tanpa ada kendala operasional pendidikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 6 Bandarlampung Herman menegaskan bahwa dampak dari kejadian tersebut tidak sampai mengganggu kalender akademik sekolah. Sehari setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (23/4), aktivitas sekolah telah pulih sepenuhnya.
"Siswa-siswi dan guru sudah masuk seperti biasa. Kondisi mereka yang terdampak masuk kategori ringan hingga sedang, hanya mual dan diare saja. Tidak ada yang pingsan atau harus menjalani rawat inap, sehingga pemulihan berjalan cepat," ungkap Herman saat memberikan keterangan, Senin (27/4).