Ratusan Siswa Keracunan MBG, Disdikbud Minta Pastikan Higienitas

Disdikbud Provinsi Lampung angkat bicara terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMAN 6 Bandarlampung
gambar-user/fF2dADsWWGKPuvfTa5ukI37bUPGDen9R9O3fq80p.webp
Anggi Rhaisa - Senin, 27 Apr 2026 - 20:07 WIB
Pascainsiden keracunan MBG di SMAN 6 Bandarlampung, aktivitas belajar kembali normal. Sementara, SPPG Waylunik disetop sementara operasionalnya.
Pascainsiden keracunan MBG di SMAN 6 Bandarlampung, aktivitas belajar kembali normal. Sementara, SPPG Waylunik disetop sementara operasionalnya. - Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Herman mengklarifikasi bahwa total warga sekolah yang terdampak mencapai 172 orang, terdiri dari 147 siswa dan 25 guru. "Semua sudah tertangani dan kini kembali beraktivitas normal," tambahnya.

Di sisi lain, Camat Panjang Hendry juga  memantau langsung kondisi di lapangan menyatakan bahwa meski aktivitas sekolah berjalan normal, aspek pengawasan terhadap penyedia makanan menjadi perhatian serius.

Saat ini, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makanan dihentikan sementara untuk proses evaluasi dan investigasi lebih lanjut oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Penghentian ini dilakukan untuk keperluan evaluasi dan investigasi lebih lanjut oleh Badan Gizi Nasional Pusat. Kami memastikan proses pendidikan tidak boleh terhambat, namun kesehatan siswa tetap prioritas utama. Sembari menunggu hasil evaluasi terhadap dapur penyedia, pemantauan terhadap kesehatan siswa terus kami lakukan bersama pihak terkait," jelas Hendry.

Advertisements

Hendry juga mengingatkan seluruh penyedia makanan di wilayah Kecamatan Panjang untuk memperhatikan higienis dari produk yang di hasilkan, disiplin menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan instalasi pengolahan limbah (IPAL).

"Karena sesuai instruksi Pemerintah Pusat bahwa seluruh Dapur MBG atau SPPG memiliki SLHS dan IPAL,"jelas Hendry

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti insiden tersebut melalui uji laboratorium sampel makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, menjelaskan bahwa dari total 812 penerima MBG di SMAN 6, sekitar 26 persen mengalami gejala keracunan.

Advertisements

Berdasarkan inspeksi kesehatan lingkungan di dapur SPPG Way Lunik pada Kamis (23/4), tim Dinkes menemukan sejumlah catatan krusial yang harus diperbaiki

Pertama, fasilitas Sanitasi belum tersedianya alat pengering tangan, sabun, dan tempat sampah yang memadai.

Manajemen Limbah pengelolaan limbah makanan masih dilakukan di dalam area dapur sehingga memicu bau dan potensi lalat. Standar Fasilitas belum ada pemisahan toilet pria dan wanita yang jelas.

Serta, penerapan SOP pengolahan pangan dan keselamatan kerja belum terlihat jelas di lokasi. "Meski hasil uji sampel air dan usap peralatan dinyatakan memenuhi syarat kesehatan, poin-poin sanitasi tersebut wajib diperbaiki. Kami sudah melayangkan surat teguran," ungkap Muhtadi. (gie/c1/yud)

Share:
Editor: Yuda Pranata
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements