Ia menjelaskan, pola kerja petugas dilakukan secara bertahap agar sampah tidak menumpuk selama acara berlangsung. Bahkan, ketika pengunjung masih berada di lokasi, sebagian petugas sudah mulai membersihkan titik-titik yang telah dipenuhi sampah.
"Petugas kami tidak menunggu acara selesai. Saat kegiatan masih berlangsung pun mereka sudah mulai melakukan penyapuan di beberapa titik agar sampah tidak menumpuk. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengangkutan," ujarnya.
Budi menambahkan, proses pengangkutan sampah kembali dilakukan sejak pagi hari. Mulai pukul 06.30 WIB, seluruh sampah yang terkumpul langsung diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga kawasan expo kembali bersih sebelum aktivitas dimulai.
Untuk mendukung proses tersebut, DLH mengerahkan sejumlah armada, mulai dari mobil pengangkut sampah, dump truk, hingga mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut sampah dari lokasi kegiatan menuju TPA.
Selain menyiapkan petugas dan armada, DLH juga menyediakan sejumlah titik pembuangan sampah sementara di area Bandar Lampung Expo. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan pengunjung membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Meski demikian, Budi menegaskan keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
