Musim Kemarau, Ratusan Warga Bandar Lampung Mulai Kesulitan Air Bersih

Lampung Mulai Kesulitan Air Bersih
gambar-user/tos8BSMzgVDyGkgSAXaK3yCEyDOV9SRwQVlB70iB.webp
Melida Rohlita - Rabu, 29 Jul 2026 - 19:26 WIB
BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Bandarlampung. Musim kemarau menyebabkan sejumlah sumur warga mengering.
BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Bandarlampung. Musim kemarau menyebabkan sejumlah sumur warga mengering. - FOTO IST

Follow Us:

Google News Radar Lampung Radar Lampung WhatsApp Channel
Advertisements

Advertisements

 

Menurut Fareza, hingga kini laporan resmi mengenai kekeringan baru berasal dari Kota Bandar Lampung. Namun, pihaknya telah menerima informasi bahwa debit air sumur di sejumlah daerah lain di Provinsi Lampung mulai mengalami penurunan.

 

"Kami mendapat informasi volume air sumur di beberapa wilayah mulai berkurang. Kemungkinan karena belum sampai benar-benar kering sehingga belum ada laporan resmi yang masuk," ujarnya.

Advertisements

 

Berdasarkan kajian risiko bencana (KRB), hampir seluruh kabupaten dan kota di Lampung memiliki tingkat kerawanan kekeringan pada kategori sedang hingga tinggi.

 

Fareza mengatakan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Karena itu, masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan apabila debit air sumur terus menurun.

Advertisements

 

"Hampir seluruh wilayah Lampung berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau kali ini. Karena itu kami mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan apabila debit sumur terus menurun," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengakui pihaknya hampir setiap hari menerima laporan sekaligus permintaan bantuan air bersih dari warga yang terdampak kekeringan.

Share:
Editor: Agung Budiarto
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Yamaha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements