Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa PJJ dirancang agar pembelajaran mampu menjangkau anak-anak yang selama ini terkendala mengikuti pendidikan reguler.
Tatang menambahkan, untuk menjaga kualitas penyelenggaraannya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Universitas Terbuka dan SEAMEO SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre) dalam pengembangan pembelajaran serta penjaminan mutu. Pembelajaran juga didukung melalui sekolah induk dan sekolah mitra dengan kombinasi pembelajaran sinkron, asinkron, serta pemanfaatan modul cetak dan digital.
Tatang melanjutkan, pemerintah akan terus memperluas jangkauan PJJ tanpa mengabaikan kualitas layanan pendidikan. “Kami berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi sehingga anak-anak yang selama ini belum mendapatkan layanan pendidikan bisa kembali belajar melalui PJJ. Sekolah yang menjadi induk merupakan sekolah dengan akreditasi A,” ujarnya.
Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 calon peserta PJJ. Setelah dilakukan verifikasi, sekitar 700 anak dipastikan merupakan ATS dan siap mengikuti program tersebut. Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memperluas jangkauan program melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu peserta PJJ, Bagas William, sempat berhenti sekolah selama dua tahun setelah mengalami kecelakaan yang mengharuskannya menjalani operasi dan masa pemulihan. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat mengikuti pembelajaran reguler. Meski demikian, semangatnya untuk kembali belajar tidak pernah padam. “ Saya mengikuti PJJ karena untuk mendapatkan pendidikan dan mencapai cita-cita menjadi wirausaha dengan berjualan online," ujar Bagas.
Bagi sang ibu, Aas, kesempatan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran yang selama ini dirasakannya terhadap masa depan pendidikan putranya. “Selama dua tahun itu anak saya tidak sekolah karena fokus untuk penyembuhan dan pemulihan. Terus saya berpikir, gimana ya anak saya belum sekolah. Sampai harus putus sekolah. Gimana nanti melanjutkan sekolahnya. Nah, saya senang sekali ada PJJ ini untuk membantu anak saya bisa tetap melanjutkan sekolah, melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi," tuturnya. (rls/ful)
